Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

TUBAN – Rencana dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Tuban pada awal tahun ajaran 2026/2027 dipastikan mengalami penundaan. Penyebabnya, pembangunan gedung sekolah yang dikerjakan PT Waskita Karya belum rampung sehingga fasilitas dinilai belum layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Penundaan tersebut berdampak pada 196 calon peserta didik yang telah dinyatakan diterima. Mereka terdiri atas 90 siswa jenjang SMP, 90 siswa SMA, dan 16 siswa SD yang nantinya akan dibagi ke dalam beberapa rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 30 siswa per kelas.

Target Penyelesaian Proyek Sekolah Rakyat Mundur Lebih dari Sebulan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban merupakan bagian dari proyek nasional pembangunan enam Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak sekitar Rp1,18 triliun.

Selain Tuban, proyek tersebut juga mencakup pembangunan di Surabaya, Gresik, Jombang, Sampang, dan satu daerah lainnya.

Semula pekerjaan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Namun, setelah dilakukan addendum kontrak, batas penyelesaian diperpanjang hingga 25 Juli 2026.

Perubahan jadwal tersebut berdampak langsung terhadap operasional perdana Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban yang sedianya mengikuti kalender pendidikan nasional.

Pemkab Tuban Nilai Gedung Belum Layak Digunakan

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, mengatakan keputusan menunda MPLS diambil setelah dilakukan evaluasi bersama berbagai pihak.

Menurutnya, penggunaan gedung yang masih dalam tahap penyelesaian berisiko terhadap keselamatan maupun kenyamanan peserta didik.

“Dari berbagai aspek pertimbangan, sangat riskan apabila dipaksakan untuk digunakan gedung baru Sekolah Rakyat tersebut,” ujar Sugeng, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, apabila hingga batas waktu terbaru pembangunan belum juga selesai, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan sementara ke Gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tuban.

Meski demikian, Sugeng masih optimistis kontraktor mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

“Insyaallah selesai tepat waktu,” katanya.

MPLS Sekolah Rakyat Tuban Dijadwalkan Akhir Juli

Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai tenggat baru, pelaksanaan MPLS akan digelar pada 27–31 Juli 2026, sebelum proses pembelajaran efektif dimulai.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban, Vera Khairun Nissa, mengatakan jadwal awal sebenarnya telah disusun mengikuti kalender pendidikan dari pemerintah pusat.

Namun, kondisi fisik bangunan yang belum siap membuat sekolah harus melakukan penyesuaian.

“Awalnya MPLS dijadwalkan mulai 13 Juli agar peserta didik baru dapat lebih dahulu mengenal lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Namun karena gedung permanen masih dalam tahap penyelesaian, kami harus menunggu hingga seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan,” ujarnya.

Menurut Vera, pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial untuk memantau progres pembangunan.

Ia menegaskan seluruh fasilitas akan diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan agar memenuhi standar keamanan dan operasional sekolah.

Sekolah Siapkan Skema Antisipasi Keterlambatan

Selama menunggu pembangunan selesai, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak terhadap proses pembelajaran.

Selain menyusun penyesuaian materi ajar, sekolah juga terus memberikan informasi kepada calon peserta didik dan orang tua mengenai perkembangan pembangunan serta jadwal terbaru operasional sekolah.

“Belum selesainya pembangunan ini memang membuat pembelajaran terganggu, tetapi kami juga sudah menyiapkan strategi berupa penyesuaian materi pembelajaran untuk mengatasi hal tersebut,” kata Vera.

Kontraktor PT Waskita Karya Belum Beri Penjelasan

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Koordinator Wilayah PT Waskita Karya Tuban, Agus Saputra, belum memberikan tanggapan terkait perkembangan penyelesaian proyek maupun penyebab molornya pembangunan.

Keterlambatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban menjadi tantangan awal bagi implementasi program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah.

Kepastian dimulainya aktivitas belajar kini bergantung pada kemampuan kontraktor menuntaskan pekerjaan sesuai tenggat terbaru, sekaligus memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar kelayakan sebelum ditempati ratusan siswa. (Az/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Jangan Bohongi Presiden RI: Gus Lilur Soroti Dugaan Korupsi hingga Desak Penegakan Hukum Transparan
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Indonesia Asri Digencarkan, Satpol PP Tuban Tertibkan Reklame Kedaluwarsa dan Rusak
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB