Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Jangan Bohongi Presiden RI: Gus Lilur Soroti Dugaan Korupsi hingga Desak Penegakan Hukum Transparan

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penegakan hukum yang transparan serta mengingatkan agar Presiden RI dan rakyat tidak dibohongi oleh oknum aparat, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penegakan hukum yang transparan serta mengingatkan agar Presiden RI dan rakyat tidak dibohongi oleh oknum aparat, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Tuban – Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Gus Lilur, melontarkan kritik tajam terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi di sejumlah lembaga negara. Melalui sebuah opini berjudul “Jangan Bohongi Presiden RI”, ia menilai berbagai kasus dugaan korupsi telah mencederai kepercayaan Presiden Prabowo Subianto sekaligus merugikan kepentingan rakyat.
Menurut Gus Lilur, berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo, mulai dari penerapan ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam hingga penertiban aset negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), merupakan langkah besar untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Ia menilai kebijakan tersebut membuat Indonesia semakin diperhitungkan di mata dunia. Kedatangan sejumlah pemimpin negara ke Jakarta dalam beberapa waktu terakhir disebutnya menjadi salah satu indikator meningkatnya posisi tawar Indonesia di tingkat internasional.
Namun, di balik berbagai capaian tersebut, Gus Lilur menilai Presiden tidak dapat bekerja sendiri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada integritas para pembantu presiden di berbagai lembaga negara.

Soroti Dugaan Korupsi Program MBG

Dalam opininya, Gus Lilur menyinggung dugaan korupsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia justru tercoreng oleh dugaan penyalahgunaan anggaran.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai contoh nyata bagaimana visi Presiden dapat terganggu apabila pelaksana program tidak menjalankan amanah secara jujur dan bertanggung jawab.

Singgung Kasus Eks Jampidsus

Gus Lilur juga menyoroti perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Menurutnya, kasus tersebut menjadi perhatian publik karena sosok yang sebelumnya berada di garda depan penyelamatan aset negara justru kini menghadapi proses hukum atas dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Ia menilai proses hukum terhadap siapa pun harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas dari kompromi antarlembaga.

Minta Penegakan Hukum Transparan

Dalam tulisannya, Gus Lilur meminta Kejaksaan Agung menuntaskan proses hukum secara transparan agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
Ia menegaskan masyarakat berhak mengetahui perkembangan setiap tahapan perkara, sehingga tidak muncul kesan adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu.
Selain itu, ia mengingatkan agar penegakan hukum tidak dijadikan sarana penyelesaian konflik antarlembaga, melainkan benar-benar berorientasi pada keadilan.

Usulkan Rekonsiliasi Nasional

Pada bagian akhir opininya, Gus Lilur mengusulkan pentingnya rekonsiliasi nasional antarinstitusi penegak hukum.
Ia mencontohkan pendekatan rekonsiliasi yang pernah dilakukan Nelson Mandela di Afrika Selatan, yakni mengedepankan pengungkapan kebenaran sebagai dasar membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, Polri, Kejaksaan, TNI, dan seluruh institusi negara harus memperkuat koordinasi, meningkatkan keterbukaan informasi, serta membangun mekanisme pengawasan yang saling mengontrol agar penyalahgunaan kewenangan tidak kembali terjadi.
Gus Lilur menutup opininya dengan seruan agar seluruh aparat negara tidak mengkhianati kepercayaan Presiden maupun rakyat Indonesia.
“Jangan bohongi presiden. Jangan bohongi rakyat Indonesia. Tegakkan hukum seadil-adilnya agar cita-cita menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar terwujud,” tegasnya. (Fia)

Berita Terkait

Anas Urbaningrum Dorong Pemerintah Perbaiki Kinerja: Demokrasi Harus Bergerak Maju
Disoal Dugaan Fitnah, Gus Lilur Tantang Gus Kikin “Ngarang Kitab” di Muktamar NU
Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang
Gus Lilur Serukan Gerakan Tolak LPJ PBNU: Muktamar Bukan Sekadar Serah Terima Mandat
Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Diminta Pilih Berhenti atau Digaji Bertahap
Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Mogok Kerja Massal
Menghargai Diri Sendiri dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Anas Urbaningrum Dorong Pemerintah Perbaiki Kinerja: Demokrasi Harus Bergerak Maju

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Disoal Dugaan Fitnah, Gus Lilur Tantang Gus Kikin “Ngarang Kitab” di Muktamar NU

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Gus Lilur Serukan Gerakan Tolak LPJ PBNU: Muktamar Bukan Sekadar Serah Terima Mandat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU

Berita Terbaru

Polresta Tuban memaparkan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. Polisi mengungkap empat kasus dengan empat tersangka dan menyita total 53,649 gram sabu, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:03 WIB

Petugas kepolisian Polsek Jenu, berhasil mengamankan AYL saat berada di sebuah gazebo kawasan Pantai Cemara Tuban, Rabu (26/08/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim

Kamis, 27 Agu 2026 - 18:38 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu