Bukan Sekadar Reshuffle, Gus Lilur Usul Mahfud MD Pimpin Reformasi Hukum

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo untuk Indonesia Raya, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Prabowo untuk Indonesia Raya, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Jakarta – Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, mengajak Presiden Prabowo Subianto menjadi pemersatu seluruh institusi negara di tengah menguatnya persepsi publik mengenai polarisasi antarlembaga penegak hukum.
Dalam opini berjudul “Prabowo Subianto untuk Indonesia Raya”, Gus Lilur menilai berbagai narasi yang berkembang di media sosial harus dijadikan alarm agar tidak berkembang menjadi perpecahan politik baru menjelang kontestasi nasional mendatang.
Menurutnya, Presiden Prabowo harus berdiri di atas seluruh kepentingan institusi, bukan menjadi bagian dari salah satu kubu.

Soroti Krisis Kepercayaan Publik

Gus Lilur menilai masyarakat saat ini tengah mengalami krisis kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum. Berbagai spekulasi dan asumsi yang berkembang mengenai hubungan Polri, Kejaksaan, TNI, hingga KPK dinilai berpotensi memperkeruh situasi apabila tidak segera direspons dengan langkah konkret.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak cukup dijawab melalui pernyataan resmi, melainkan perlu dibangun kembali dengan menghadirkan figur-figur yang dipercaya publik.

Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas

Sebagai solusi, Gus Lilur mengusulkan Presiden Prabowo mempertimbangkan tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak integritas dalam bidang hukum.
Ia menyebut Prof. Mahfud MD layak dipercaya untuk mengoordinasikan reformasi penegakan hukum, sementara Busyro Muqoddas dinilai memiliki pengalaman dan kredibilitas dalam pemberantasan korupsi.
Menurutnya, kedua tokoh tersebut mewakili nilai-nilai moral yang lahir dari organisasi pendiri bangsa dan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Satgas PKH Perlu Dievaluasi

Dalam opininya, Gus Lilur juga menyoroti keberadaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Ia menegaskan Satgas PKH tetap penting dipertahankan karena berperan mengembalikan aset negara yang dikuasai secara melawan hukum. Namun, struktur dan mekanisme pengawasannya dinilai perlu dievaluasi agar lebih transparan dan akuntabel.
Menurutnya, penguatan koordinasi antarlembaga menjadi langkah penting agar tujuan penyelamatan aset negara tetap berjalan tanpa mengurangi kepercayaan publik.

Prabowo Harus Menjadi Pemersatu

Di akhir tulisannya, Gus Lilur menegaskan Presiden Prabowo harus menjadi simbol persatuan nasional, bukan dipersepsikan berada dalam salah satu kelompok kekuasaan.
Ia berharap pemerintah mampu menghapus persepsi adanya faksi-faksi di tubuh aparat negara dengan menghadirkan penegakan hukum yang adil, profesional, dan berlaku sama bagi siapa pun.
“Prabowo Subianto harus hadir untuk Indonesia Raya, bukan untuk faksi mana pun. Presiden harus menjadi pemersatu bangsa dengan memastikan hukum ditegakkan secara adil dan tanpa pandang bulu,” tegas Gus Lilur. (Fia)

Berita Terkait

Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Diminta Pilih Berhenti atau Digaji Bertahap
Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Mogok Kerja Massal
Menghargai Diri Sendiri dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Approval Rating Prabowo Turun, Anas Urbaningrum Usulkan Lima Langkah Perbaikan Kinerja Pemerintah
Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung
Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga
PCNU Pontianak Tuntaskan Pembentukan MWCNU di Enam Kecamatan
Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Diminta Pilih Berhenti atau Digaji Bertahap

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Mogok Kerja Massal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Menghargai Diri Sendiri dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Approval Rating Prabowo Turun, Anas Urbaningrum Usulkan Lima Langkah Perbaikan Kinerja Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:05 WIB

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung

Berita Terbaru