Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

AGP 2026 Jadi Panggung Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi Pendidikan

- Reporter

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi saat memberikan sambutan (gambar : Hendra)

Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi saat memberikan sambutan (gambar : Hendra)

Tulungagung – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung kembali memberikan ruang bagi para pendidik untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya melalui Anugerah Guru Prima (AGP) Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di halaman Sekretariat PGRI Kabupaten Tulungagung, Rabu (26/08/2026), tersebut tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi guru berprestasi, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik baik yang telah diterapkan di berbagai satuan pendidikan. AGP 2026 dihadiri Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Joko Adi Waluyo, Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi, jajaran pengurus PGRI Kabupaten Tulungagung, serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan persiapan gelar karya. Setelah pembukaan, peserta mengikuti sejumlah agenda, mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI, laporan ketua panitia, sambutan Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung sekaligus pembukaan acara, sambutan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, doa, hingga kunjungan tamu ke stan pameran.

Memasuki agenda utama, para peserta menjalani penilaian tahap pertama melalui gelar karya atau display. Karya yang ditampilkan menjadi gambaran berbagai inovasi dan praktik pembelajaran yang dikembangkan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Setelah ishoma dan rapat pleno juri, pameran dibuka untuk umum. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pelantikan PKO PGRI Kabupaten Tulungagung dan pentas seni.

Penilaian berlanjut ke tahap kedua melalui sesi wawancara. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penentuan penerima penghargaan Anugerah Guru Prima SLCC 2026 yang ditutup dengan pengumuman dan penganugerahan juara.

Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi, menegaskan bahwa AGP tidak semata-mata diarahkan untuk mencari guru terbaik, melainkan menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat profesionalisme pendidik.

“Anugerah Guru Prima ini kami harapkan menjadi ruang bagi para guru untuk menunjukkan karya, inovasi dan praktik baik yang selama ini telah dilakukan di satuanpendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus terus belajar, beradaptasi dan menciptakan inovasi sesuai perkembangan zaman,” ujar Muhadi.

Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan peserta dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru lainnya. Praktik baik yang telah berhasil diterapkan di satu sekolah diharapkan dapat dibagikan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan di Tulungagung.

Muhadi menilai ukuran keberhasilan AGP tidak hanya ditentukan dari siapa yang berhasil meraih penghargaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya berbagi, meningkatkan kompetensi serta memperkuat kebersamaan di kalangan guru.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, bagaimana kegiatan ini mampu membangun budaya saling berbagi, meningkatkan kompetensi dan memperkuat semangat kebersamaan para guru,” katanya.

Ia berharap AGP 2026 dapat melahirkan semakin banyak guru yang profesional, kreatif dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

Muhadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, jajaran pengurus PGRI serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan AGP Kabupaten Tulungagung Tahun 2026. Kehadiran Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Joko Adi Waluyo bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Tulungagung turut memberikan dorongan bagi para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengabdian mereka sebagai pendidik.

Melalui AGP 2026, PGRI Kabupaten Tulungagung berharap semakin banyak lahir guru inspiratif dan inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan serta ikut mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Semangat peningkatan profesionalisme dan pengabdian guru tersebut juga menjadi bagian dari arah berbagai kegiatan PGRI Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat peran pendidik di tengah tuntutan perubahan dunia pendidikan. (Hr/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam
Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban
Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki
Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba
Sambung Roso : Ruang Komunikasi Polresta Tuban Untuk Keamanan Berkendara dengan Ojol
Warga Geruduk Kejari Tuban, Desak Keterbukaan Pemeriksaan Kasus Suap Perkara CK
R-BES Siapkan Program Pengantaran Pasien Tak Mampu
Terobos Lampu Merah, Mobil Innova Sebabkan Satu Korban Tewas di Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:26 WIB

Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam

Sabtu, 12 September 2026 - 22:17 WIB

Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban

Jumat, 11 September 2026 - 20:53 WIB

Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

Jumat, 11 September 2026 - 19:19 WIB

Sambung Roso : Ruang Komunikasi Polresta Tuban Untuk Keamanan Berkendara dengan Ojol

Berita Terbaru

Para pemateri gerakan perangi narkoba bersama para siswa di Tulungagung (gambar : Hendra)

Pendidikan

Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:32 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu