LAMONGAN – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (12/7/2026) malam. Sedikitnya tujuh stand toko hangus terbakar, sementara enam stand lain di sekitarnya ikut terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama hampir delapan jam. Material yang mudah terbakar di dalam toko membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dibanding kebakaran pada umumnya.
Api Muncul dari Salah Satu Stand
Kepala Korwil Babat Satpol PP Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, Agung Suprihadi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 20.39 WIB. Armada pemadam kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 20.45 WIB.
Berdasarkan hasil pendataan awal, api pertama kali diketahui muncul dari stand nomor BA-01 sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke deretan toko di sebelahnya.
“Objek yang terbakar merupakan tujuh stand berukuran masing-masing 3 x 4 meter. Selain itu, enam stand di sekitarnya juga terdampak akibat kobaran api,” kata Agung dalam laporan resminya.
Stand yang terbakar diketahui milik Chaerul Fitrianto (33), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Seluruh kios tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan sekaligus penjualan berbagai jenis plastik dan styrofoam.
Material Mudah Terbakar Percepat Rambatan Api
Menurut keterangan saksi, kobaran api pertama kali terlihat berasal dari dalam salah satu stand sebelum menyambar tumpukan styrofoam yang berada di bagian depan toko.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, banyaknya material berbahan plastik dan styrofoam membuat api cepat membesar sehingga sulit dikendalikan sebelum petugas pemadam tiba.
Pemilik stand mengaku terakhir meninggalkan lokasi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, seluruh aliran listrik disebut telah dimatikan dan tidak ada aktivitas di dalam toko karena setiap hari Minggu stand tersebut memang tutup.
Ia juga menyatakan tidak terdapat peralatan elektronik yang masih menyala di dalam bangunan saat ditinggalkan.
68 Personel dan 13 Armada Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat petugas harus mengerahkan kekuatan gabungan dari sejumlah daerah.
Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dari Pos Babat, Lamongan, Ngimbang, Paciran, Bojonegoro, dan Tuban. Operasi pemadaman juga diperkuat lima unit armada water supply milik BPBD Lamongan serta bantuan dari Yon TP.
Secara keseluruhan, sedikitnya 68 personel terlibat dalam operasi tersebut. Selain petugas pemadam kebakaran, pengamanan dan penanganan lokasi juga melibatkan Polres Lamongan, Polsek Babat, Koramil Babat, Satpol PP, BPBD, serta unsur terkait lainnya.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan petugas melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 04.30 WIB, Senin (13/7/2026), untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Penyebab Kebakaran Pasar Agrobis Babat Masih Diselidiki
Hingga Senin pagi, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Tim masih melakukan pendalaman terhadap sumber api yang pertama kali muncul di stand nomor BA-01.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan tujuh stand dan merusak enam stand lainnya. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem deteksi dini dan mitigasi kebakaran di kawasan perdagangan yang menyimpan material mudah terbakar. Keberadaan akses pemadam, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, serta kesiapan sarana penanggulangan kebakaran dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko ketika insiden serupa terjadi. (Az/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi












