Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelanggan mengeluhkan kuota solar subsidi berkurang karena barcode miliknya digunakan untuk transaksi kendaraan lain. SPBU 53.623.28 Margosuko menyebut insiden dipicu kekeliruan operator, (Assa/Liputansatu.id).

Pelanggan mengeluhkan kuota solar subsidi berkurang karena barcode miliknya digunakan untuk transaksi kendaraan lain. SPBU 53.623.28 Margosuko menyebut insiden dipicu kekeliruan operator, (Assa/Liputansatu.id).

TUBAN – Keluhan mengenai dugaan penggunaan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi milik pelanggan oleh petugas SPBU 53.623.28 Margosuko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa itu diduga menyebabkan kuota pembelian solar subsidi milik pelanggan berkurang karena tercatat digunakan pada kendaraan lain.

Keluhan tersebut pertama kali muncul melalui unggahan akun Facebook bernama Esan yang kemudian tersebar di sejumlah grup media sosial. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku kuota solar subsidi miliknya habis meski merasa tidak melakukan transaksi.

“Kanggo petugas SPBU Kandang Margosuko Bancar sing jogo sift tanggal 12-07-2026 jam 15.35 muncul o kang, koe sing nyolong barcode solarku.” (“Untuk petugas SPBU Kandang Margosuko Bancar yang bertugas pada shift 12 Juli 2026 pukul 15.35, muncul lah, kamu yang menggunakan barcode solar milikku.”)

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet yang mempertanyakan mekanisme penggunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi.

Pihak SPBU 53.623.28 Margosuko Sebut Operator Kurang Teliti

Menanggapi keluhan tersebut, Mandor SPBU Margosuko Bancar, Pendik, membenarkan telah terjadi kesalahan saat proses pelayanan. Namun, ia menegaskan insiden itu bukan disebabkan penyalahgunaan yang disengaja, melainkan karena kurang telitinya operator saat mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan barcode pelanggan.

“Operator kurang teliti dalam melihat nomor polisi kendaraan sehingga barcode milik pelanggan sebelumnya digunakan untuk transaksi berikutnya,” kata Pendik saat dikonfirmasi.

Menurut dia, setelah kesalahan diketahui, operator langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang dirugikan.

Pendik mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pelanggan, lanjut dia, memahami bahwa kendaraan yang menggunakan barcode tersebut merupakan kendaraan milik rekannya sehingga tidak menimbulkan perselisihan lebih lanjut.

“Pihak operator sudah meminta maaf kepada sopir. Keduanya juga sudah saling memahami,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Akan Lakukan Evaluasi

Menanggapi kejadian tersebut, Area Manager Communication, Relations and CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rehadi, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap prosedur pelayanan di SPBU yang bersangkutan.

“Untuk SPBU akan kami tindak lanjuti,” kata Ahad.

Ia juga mengimbau masyarakat pengguna BBM subsidi agar secara berkala melakukan refresh barcode pada aplikasi yang digunakan dalam sistem pembelian BBM subsidi. Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan risiko kesalahan penggunaan data.

Selain itu, pelanggan diminta menjaga kerahasiaan barcode dan memastikan data kendaraan yang terdaftar selalu diperbarui agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses transaksi.

Pentingnya Ketelitian dalam Pelayanan BBM Subsidi

Sistem barcode diterapkan Pertamina sebagai bagian dari mekanisme penyaluran BBM subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran dan setiap transaksi dapat tercatat sesuai identitas kendaraan penerima.

Karena itu, ketelitian petugas dalam memverifikasi barcode dan nomor polisi kendaraan menjadi aspek penting untuk menghindari kesalahan pencatatan yang berpotensi mengurangi hak konsumen.

Peristiwa di SPBU Margosuko menjadi pengingat bahwa selain pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, kualitas pelayanan dan akurasi petugas di lapangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi. (Az/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban
Bentor Masih Nekat Beroperasi, Satlantas Tuban: Berikutnya Langsung Disita!

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB