Tuban – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) menjadi sorotan menjelang target penyelesaiannya pada 20 Juni 2026. Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan, progres fisik pembangunan masih terlihat jauh dari kondisi siap operasional.
Dari hasil pemantauan LiputanSatu.id pada Senin (15/06/2026), sejumlah bangunan memang telah memasuki tahap pemasangan dinding. Namun, sebagian bangunan lainnya masih berupa struktur rangka yang belum menunjukkan bentuk akhir sebagaimana sebuah kompleks pendidikan yang siap digunakan dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan proyek yang ditargetkan selesai dalam hitungan hari ke depan.
Progres Fisik Belum Menunjukkan Tanda-Tanda Rampung
Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban merupakan bagian dari proyek besar yang digagas pemerintah pusat untuk menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui konsep sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap.
Namun, menjelang tenggat waktu yang telah ditetapkan, kondisi fisik proyek masih memperlihatkan aktivitas konstruksi di berbagai titik. Beberapa bangunan masih berada pada tahap pengerjaan struktur dan penyelesaian dinding, sementara pekerjaan lain juga tampak belum sepenuhnya selesai.
Meski demikian, pemerintah tetap optimistis proses belajar mengajar dapat dimulai sesuai rencana.
Sekolah Rakyat Tuban Disiapkan Tampung 1.000 Siswa
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan sesuai instruksi Presiden dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Namun untuk perkembangan teknis terbaru pembangunan, pihaknya meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek.
“Sesuai instruksi Presiden ditargetkan tanggal 20 Juni 2026 sudah selesai. Untuk perkembangan terbaru bisa dikomunikasikan dengan pihak Waskita,” ujarnya.
Menurut Sugeng, kompleks Sekolah Rakyat Tuban nantinya memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa.
Fasilitas Asrama hingga Stadion Olahraga Disiapkan
Selain gedung sekolah, kawasan Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan siswa.
Fasilitas tersebut meliputi asrama, sarana pendidikan, kolam renang, hingga stadion olahraga yang dirancang untuk mendukung aktivitas belajar maupun pembinaan karakter peserta didik.
Sugeng menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir, kegiatan belajar mengajar pada prinsipnya sudah dapat dilaksanakan meski masih terdapat beberapa zona yang belum sepenuhnya siap digunakan.
“Jadi untuk tempat yang sesuai rombel yang diterima besok ini harus ada sisanya mengejar,” katanya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa sebagian fasilitas masih membutuhkan percepatan pengerjaan agar seluruh kawasan dapat berfungsi optimal.
Waskita Karya Belum Berikan Penjelasan Progres Terbaru
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Waskita Karya belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru pembangunan maupun tingkat progres fisik proyek.
Koordinator Wilayah Tuban PT Waskita Karya, Agus Saputra, yang dikonfirmasi terkait progres pekerjaan belum memberikan tanggapan.
Proyek Sekolah Rakyat Tuban Masuk Paket Jawa Timur 1 Senilai Rp1,18 Triliun
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pembangunan Sekolah Rakyat Tuban masuk dalam paket pekerjaan Jawa Timur 1 bersama sejumlah daerah lain, yakni Jombang, Surabaya, Gresik, dan Sampang.
Kontrak pekerjaan ditandatangani pada periode 25 hingga 28 November 2025 dengan nilai paket mencapai Rp1.180.305.375.000 atau sekitar Rp1,18 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelumnya, hingga 14 Mei 2026 progres pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dilaporkan telah mencapai 51 persen. Saat itu, berbagai upaya percepatan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sesuai kontrak, termasuk penambahan volume pekerjaan dan penerapan sistem kerja bergilir (shift).
Kini, dengan target penyelesaian yang tinggal menghitung hari, publik menaruh perhatian terhadap perkembangan proyek tersebut. Apakah pembangunan Sekolah Rakyat Tuban mampu rampung sesuai target dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, waktu yang akan menjawabnya. (Az)












