Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD

- Reporter

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Situbondo, mengantre bantuan air bersih yang disalurkan BPBD menggunakan mobil tangki, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Situbondo, mengantre bantuan air bersih yang disalurkan BPBD menggunakan mobil tangki, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Situbondo membuat ratusan warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis.
Sejak pagi, warga telah membawa jerigen, ember, hingga bak penampung menuju titik distribusi air bersih. Mereka rela menunggu giliran demi memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Antre Sejak Pagi Bawa Jerigen dan Ember

Suasana di lokasi penyaluran bantuan dipenuhi antrean warga yang membawa berbagai wadah penampung air.
Petugas BPBD Situbondo menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke permukiman yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
Satu per satu jerigen, ember, dan bak penampung milik warga diisi air bersih. Antrean pun terus memanjang seiring banyaknya warga yang datang.
Salah seorang warga, Iin Faimah, mengaku bantuan air bersih tersebut sangat dibutuhkan karena sumber air di desanya mulai mengering akibat musim kemarau.

Kemarau Keringkan Sumber Mata Air

Musim kemarau menyebabkan debit sejumlah sumber mata air di Situbondo terus menurun. Bahkan, beberapa sumber air dilaporkan telah mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih dari BPBD menjadi tumpuan utama masyarakat di wilayah terdampak.

BPBD: 11 Ribu Jiwa Terdampak di Delapan Desa

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 11 ribu jiwa yang terdampak krisis air bersih.
Wilayah terdampak tersebar di delapan desa yang berada di enam kecamatan.
BPBD terus mengoptimalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan memastikan bantuan akan terus disalurkan selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami akan terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Timbul Surjanto. (Fia)

Berita Terkait

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi
Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa
Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X
PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi
Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung
Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga
Bolos Saat Jam Pelajaran, Enam Siswa di Tuban Digiring Kembali ke Sekolah
Marak Tambang Ilegal Rusak Lingkungan, Satpol PP Sidak Wilayah Bancar Tuban

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:24 WIB

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12 WIB

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:41 WIB

Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Berita Terbaru