Situbondo – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Situbondo membuat ratusan warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis.
Sejak pagi, warga telah membawa jerigen, ember, hingga bak penampung menuju titik distribusi air bersih. Mereka rela menunggu giliran demi memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga Antre Sejak Pagi Bawa Jerigen dan Ember
Suasana di lokasi penyaluran bantuan dipenuhi antrean warga yang membawa berbagai wadah penampung air.
Petugas BPBD Situbondo menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke permukiman yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
Satu per satu jerigen, ember, dan bak penampung milik warga diisi air bersih. Antrean pun terus memanjang seiring banyaknya warga yang datang.
Salah seorang warga, Iin Faimah, mengaku bantuan air bersih tersebut sangat dibutuhkan karena sumber air di desanya mulai mengering akibat musim kemarau.
Kemarau Keringkan Sumber Mata Air
Musim kemarau menyebabkan debit sejumlah sumber mata air di Situbondo terus menurun. Bahkan, beberapa sumber air dilaporkan telah mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih dari BPBD menjadi tumpuan utama masyarakat di wilayah terdampak.
BPBD: 11 Ribu Jiwa Terdampak di Delapan Desa
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 11 ribu jiwa yang terdampak krisis air bersih.
Wilayah terdampak tersebar di delapan desa yang berada di enam kecamatan.
BPBD terus mengoptimalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan memastikan bantuan akan terus disalurkan selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami akan terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Timbul Surjanto. (Fia)












