Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung

- Reporter

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen Bumi Wali Tuban, Rabu (29/07/2026). Meski siswa dijadwalkan mulai masuk pada 30 Juli, sejumlah pekerjaan konstruksi dan tahap finishing masih berlangsung,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen Bumi Wali Tuban, Rabu (29/07/2026). Meski siswa dijadwalkan mulai masuk pada 30 Juli, sejumlah pekerjaan konstruksi dan tahap finishing masih berlangsung, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Sehari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Bumi Wali Tuban, Rabu (29/07/2026). Di tengah optimisme pemerintah menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah, proyek pembangunan sekolah tersebut ternyata masih belum sepenuhnya rampung.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas konstruksi masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan penghalusan dinding, pemasangan plafon, pengecatan, hingga pekerjaan finishing di beberapa bangunan. Secara umum kompleks sekolah telah berdiri, namun penyelesaian fisiknya diperkirakan baru mencapai sekitar 90 persen.

Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah

Dalam peninjauannya, Khofifah menegaskan Sekolah Rakyat merupakan implementasi prinsip no one left behind dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini ditujukan untuk mengembalikan anak-anak yang selama ini terputus dari layanan pendidikan.
“Ini bagian dari langkah nyata kita untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal atau luput dari layanan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, sebagian besar calon siswa merupakan anak-anak yang sudah lama putus sekolah. Bahkan, saat diajak berdialog, beberapa di antaranya mengaku sudah lupa terakhir berada di bangku kelas berapa.
“Tadi ada yang saya tanya, ‘kamu kelas berapa?’, mereka bingung dan belum tahu. Kebanyakan drop out di kelas 2, 3, atau 4 SD. Di sinilah mereka kita rangkul kembali agar bisa melanjutkan masa depannya,” katanya.

Pendamping PKH Datangi Rumah Warga Hingga 10 Kali

Khofifah mengungkapkan, proses mengajak anak-anak kembali bersekolah membutuhkan perjuangan panjang. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bahkan harus berulang kali mendatangi rumah calon siswa agar orang tua bersedia mengizinkan anaknya bersekolah.
SRT Permanen Tuban juga menjadi sekolah berasrama yang menampung siswa dari berbagai daerah, tidak hanya Kabupaten Tuban, tetapi juga Bojonegoro hingga Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
“Ada pendamping PKH yang harus mendatangi rumah warga sampai 10 kali. Harus di-hunting, diyakinkan pelan-pelan sampai orang tuanya luluh dan mengizinkan anaknya masuk ke sini,” ungkapnya.

Psikolog Diminta Rutin Dampingi Siswa

Karena para siswa berasal dari latar belakang dan daerah yang beragam, Khofifah meminta pihak sekolah menghadirkan pendampingan psikologis secara berkala untuk mencegah terjadinya perundungan (bullying) dan membantu proses adaptasi di lingkungan asrama.
“Saya sudah minta ke kepala sekolah, minimal sebulan sekali hadirkan psikolog. Pendekatan psikologis ini penting supaya proses adaptasi mereka berjalan baik dan suasana asrama tetap kondusif,” ujarnya.

Enggan Berkomentar Soal Proyek yang Belum Rampung

Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap operasional Sekolah Rakyat, Khofifah memilih tidak banyak berkomentar saat ditanya mengenai pembangunan yang belum selesai meski siswa dijadwalkan mulai masuk keesokan harinya.
“Mben sik ya (besok saja ya),” jawabnya singkat.
SRT Permanen Bumi Wali merupakan proyek kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tuban yang menyediakan lahan dengan Pemerintah Pusat yang membiayai pembangunan fisik.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tersebut semula ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Penyelesaiannya kemudian diperpanjang melalui adendum hingga 25 Juli 2026. Namun hingga Rabu (29/07/2026), pekerjaan konstruksi masih berlangsung, sementara para siswa dijadwalkan mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan belajar pada 30 Juli 2026.

Harapan Baru bagi Keluarga Kurang Mampu

Di balik belum tuntasnya pembangunan, keberadaan Sekolah Rakyat membawa harapan baru bagi keluarga kurang mampu.
Sarni (33), warga Kecamatan Tambakboyo, mengaku bersyukur putrinya diterima sebagai siswa di SRT Permanen Tuban.
“Sangat membantu bagi rakyat kecil seperti keluarga saya. Harapan saya, anak saya bisa sekolah dengan tenang di sini dan menggapai cita-citanya,” tuturnya. (Az)

Berita Terkait

77 ASN Purna Tugas Akhir Tahun Ini, Bupati Berikan Wejangan
Saran Ringan UU Politik 2029: Anas Urbaningrum Usul Aturan Pemilu Segera Direvisi, Pilpres dan Pileg Dipisah
Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban
“Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Gus Lilur Soroti Kepemimpinan PBNU Pasca Muktamar ke-35
Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026
Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam
Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban
Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 21:07 WIB

77 ASN Purna Tugas Akhir Tahun Ini, Bupati Berikan Wejangan

Senin, 14 September 2026 - 13:55 WIB

Saran Ringan UU Politik 2029: Anas Urbaningrum Usul Aturan Pemilu Segera Direvisi, Pilpres dan Pileg Dipisah

Senin, 14 September 2026 - 12:54 WIB

Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban

Senin, 14 September 2026 - 07:13 WIB

“Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Gus Lilur Soroti Kepemimpinan PBNU Pasca Muktamar ke-35

Minggu, 13 September 2026 - 19:51 WIB

Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026

Berita Terbaru

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memberi wejangan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima SK Pensiun (gambar : ist.)

Pemerintah

77 ASN Purna Tugas Akhir Tahun Ini, Bupati Berikan Wejangan

Senin, 14 Sep 2026 - 21:07 WIB

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification Sistem (INAFIS) lakukan evakuasi korban yang tewas di tambang kumbung (14/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Peristiwa

Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban

Senin, 14 Sep 2026 - 12:54 WIB

Atlet woodball dari berbagai daerah mengikuti pembukaan Dandim Beach Open 2026 Woodball Championship di Pantai Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Kejuaraan yang dibuka Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo ini diikuti 183 peserta dari kategori pelajar hingga kelas open, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Daerah

Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:51 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu