Tuban — Sabtu malam di Jalan Kumala, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, terasa berbeda. Deretan teras rumah warga yang biasanya lengang berubah menjadi lapak-lapak kuliner.
Cahaya lampu berpadu dengan aroma masakan yang menguar, menarik warga untuk datang menikmati suasana malam. Kawasan permukiman itu disulap menjadi pusat jajanan malam bertajuk Kampung Kuliner.
Gagasan tersebut lahir dari semangat gotong royong warga untuk mengoptimalkan potensi kuliner sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang tumbuh dari lingkungan sendiri. Konsepnya sederhana, warga memanfaatkan teras dan pelataran rumah masing-masing untuk berjualan.
Tak perlu menyewa tempat, sementara pengunjung bisa menikmati beragam makanan dalam suasana kampung yang lebih santai. Berbagai menu tersedia, mulai nasi bakar yang menggugah selera, lontong gule kacang ijo dengan cita rasa rempah yang kuat, hingga beragam kudapan tradisional dan minuman kekinian.
Penggagas Kampung Kuliner, Suwanto, mengatakan ide tersebut berawal dari keinginan mengumpulkan warga dalam kegiatan yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga mampu memberikan tambahan penghasilan. “Niatnya mengumpulkan warga tapi bisa menghasilkan. Selain itu, kampung jadi ramai dan lebih terjaga,” ujar Suwanto saat melayani pembeli.
Menurutnya, keberadaan Kampung Kuliner memberikan warna baru bagi aktivitas warga pada akhir pekan. Teras-teras rumah yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari ruang privat kini berubah menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial.
Dampaknya pun tak berhenti pada perputaran ekonomi keluarga. Ramainya aktivitas hingga malam hari membuat lingkungan menjadi lebih hidup. Lalu lalang warga dan pengunjung secara tidak langsung turut menciptakan pengawasan sosial sehingga keamanan dan ketertiban lingkungan lebih terjaga.
Dukungan terhadap inovasi warga tersebut juga datang dari pemerintah kelurahan. Kepala Kelurahan Karang, Sofyan, menyempatkan diri meninjau langsung aktivitas Kampung Kuliner di Jalan Kumala. Ia mengapresiasi kreativitas warga yang mampu memanfaatkan fasilitas sederhana di lingkungan rumah untuk kegiatan ekonomi.
Menurut Sofyan, penggunaan teras rumah menjadi salah satu keunggulan konsep tersebut karena warga tidak harus mengeluarkan modal tambahan untuk menyewa lokasi usaha. “Ini inovasi luar biasa karena dapat meningkatkan ekonomi warga,” tutur Sofyan.
Saat ini Kampung Kuliner baru digelar setiap Sabtu malam. Namun, Sofyan berharap konsep tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan warga Jalan Kumala saja. Ia ingin model pemberdayaan berbasis komunitas itu bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Tuban.
Bagi warga, kehadiran Kampung Kuliner juga memberikan pilihan hiburan yang dekat dan ramah di kantong. Yanto, salah satu warga setempat, mengaku senang dengan adanya pusat jajanan malam tersebut. Ia tidak perlu pergi jauh untuk sekadar menikmati makanan sekaligus bersantai bersama keluarga maupun warga lainnya.
“Kampung kuliner menu lengkap, rasanya enak, dan murah,” pungkasnya. (Az/Kiev)
Editor : Mukhyidin Khifdi












