Tuban – Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) dalam mendukung pembangunan daerah kembali diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Rabu (29/07/2026), Bank Jatim menyerahkan bantuan pembangunan lapangan futsal dan mini softball kepada Pemerintah Kabupaten Tuban.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian, akademisi, komunitas pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang memadati kawasan pesisir Pantai Panduri.
Momentum Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Selain mengampanyekan pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, kegiatan tersebut juga menghadirkan kontribusi nyata sektor perbankan dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan fasilitas publik.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, bantuan CSR tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Bank Jatim terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tuban, khususnya dalam penyediaan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk dukungan Bank Jatim kepada Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menjalankan programnya. Seperti yang disampaikan Bupati Tuban, fasilitas umum ini nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk beraktivitas dan berolahraga sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, pembangunan lapangan futsal dan mini soccer merupakan tindak lanjut atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Tuban yang kemudian diwujudkan melalui program CSR Bank Jatim.
Ia menjelaskan, dipilihnya fasilitas olahraga sebagai bentuk bantuan bukan tanpa alasan. Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, keberadaan lapangan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat, mempererat interaksi sosial, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengembangkan prestasi di bidang olahraga.
“Tujuannya agar masyarakat memiliki wadah untuk beraktivitas dan berolahraga. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, sehingga mampu mendorong lahirnya prestasi di bidang olahraga,” katanya.
Sementara itu, Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 sendiri dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Panduri dengan mengusung semangat pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari penanaman mangrove asosiasi berupa cemara udang dan pandan laut, pelepasliaran burung, pelayanan kesehatan gratis, edukasi lingkungan, pameran pengelolaan ekosistem mangrove, fashion show batik berbahan pewarna alami mangrove hingga konser akustik yang dibawakan Kaka Slank.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa mangrove merupakan aset lingkungan yang memiliki nilai strategis, baik sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi maupun penyerap karbon alami yang berperan penting dalam pengendalian perubahan iklim.
“Mangrove adalah investasi lingkungan untuk masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mari kita niatkan menjaga mangrove sebagai ikhtiar menjaga bumi dan menyumbangkan oksigen bagi Ibu Pertiwi,” ujar Khofifah.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan bahwa penunjukan Kabupaten Tuban sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kawasan pesisir yang membentang sepanjang sekitar 65 kilometer.
Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem mangrove tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas hingga masyarakat.
“Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, pelestarian mangrove harus menjadi gerakan bersama,” ujar Mas Lindra.
Suasana festival semakin semarak ketika vokalis Slank, Kaka, turut menanam mangrove bersama Gubernur Jawa Timur dan Bupati Tuban. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tuban juga menerima Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3/2092/KPTS/033.2/2026 sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tuban. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Di sisi lain, Bank Jatim berharap bantuan CSR yang disalurkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Tuban sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas publik yang representatif.
“Harapannya bantuan yang diberikan Bank Jatim bisa bermanfaat oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tuban dan mendukung program yang sudah dijalankan oleh pemerintah,” pungkasnya.
Kolaborasi antara pelestarian lingkungan dan dukungan pembangunan melalui program CSR tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran Bank Jatim di tengah Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 menjadi penegasan bahwa komitmen terhadap kemajuan daerah dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. (Aj)












