Satpolairud Situbondo Gelar “Ngobar Masir”, Ajak Nelayan Peduli Keselamatan di Laut

- Reporter

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpolairud Situbondo gelar Ngobar Masir, edukasi keselamatan di laut serta bagikan life jacket, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Satpolairud Situbondo gelar Ngobar Masir, edukasi keselamatan di laut serta bagikan life jacket, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Upaya menjaga keselamatan di laut sekaligus menciptakan situasi kondusif di kawasan pesisir terus dilakukan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo. Melalui program unggulan bertajuk Ngobar Masir (Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir), polisi perairan kini turun langsung menjumpai para nelayan di Dusun Pesisir, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Kegiatan yang dikemas santai itu menjadi wadah untuk berbagi informasi dan membangun komunikasi dua arah antara aparat kepolisian dan masyarakat pesisir. Dalam suasana yang akrab, nelayan bisa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di laut, mulai dari keselamatan kerja, cuaca ekstrem, hingga persoalan sosial di kampung nelayan.
Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan program tersebut dirancang agar polisi tidak sekadar hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra bagi masyarakat pesisir.
“Kami ingin mendekatkan diri dengan nelayan. Bukan hanya memberi imbauan, tapi mendengar dan mencari solusi bersama,” ujarnya, Senin (06/10/2025).

Tingginya Risiko Kecelakaan Laut

AKP Gede menjelaskan, program Ngobar Masir lahir dari keprihatinan atas seringnya terjadi kecelakaan laut di perairan Situbondo. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus seperti perahu tenggelam, nelayan hilang, hingga pemancing terseret arus tercatat masih cukup tinggi, terutama saat perubahan musim.
“Setiap kali cuaca berubah, risiko meningkat. Kadang nelayan tetap nekat berangkat meski angin kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya berupaya menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, termasuk cara membaca prakiraan cuaca, memeriksa kelayakan kapal, dan pentingnya membawa alat keselamatan standar.
“Keselamatan itu nomor satu. Jangan berangkat kalau kondisi laut membahayakan,” tegasnya.

Edukasi Keselamatan dan Pembagian Life Jacket

Dalam kegiatan tersebut, Satpolairud memberikan edukasi langsung kepada nelayan mengenai prosedur keselamatan saat melaut. Nelayan diingatkan untuk selalu memastikan kapal dalam kondisi prima, membawa jaket pelampung, alat navigasi, dan alat komunikasi darurat.
Tak hanya sebatas imbauan, Satpolairud juga menyerahkan life jacket secara simbolis kepada sejumlah nelayan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan kerja mereka.
“Kami tidak ingin hanya memberi nasihat. Kami ingin memastikan nelayan benar-benar siap dan terlindungi,” kata AKP Gede.
Ia menambahkan, kegiatan ini akan digelar secara berkala di sejumlah titik pesisir Situbondo, agar seluruh kelompok nelayan dapat terjangkau oleh pembinaan Satpolairud.

Nelayan: Kami Merasa Lebih Diperhatikan

Kegiatan Ngobar Masir disambut hangat oleh para nelayan. Mereka mengaku senang bisa berdialog langsung dengan aparat tanpa jarak dan formalitas.
Heri Prayitno, salah satu perwakilan nelayan yang hadir, mengapresiasi kegiatan ini.
“Selama ini kami sering hanya dengar imbauan dari jauh. Sekarang polisi datang langsung, ngobrol santai, dan memberi bantuan. Kami merasa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga membantu nelayan memahami risiko kerja di laut dan cara mencegah kecelakaan sejak dini.
“Kami jadi tahu bagaimana bersikap kalau cuaca tiba-tiba berubah. Dulu kadang berangkat tanpa pikir panjang,” imbuhnya.

Menguatkan Peran Polisi di Tengah Masyarakat

Selain membangun kesadaran keselamatan, kegiatan ini juga memperkuat peran polisi sebagai pengayom masyarakat pesisir. Dalam dialog tersebut, sejumlah nelayan juga menyampaikan keluhan seputar harga solar, perizinan kapal kecil, hingga persoalan keamanan di pelabuhan tradisional.
AKP Gede menyebut, masukan dari nelayan akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas instansi.
“Semua aspirasi kami tampung. Tujuan akhirnya agar laut Situbondo tetap aman, dan nelayan bisa bekerja dengan tenang,” katanya.

Sinergi untuk Laut yang Aman dan Kondusif

Dengan berjalannya program Ngobar Masir, Satpolairud berharap kesadaran keselamatan di kalangan nelayan Situbondo semakin meningkat. Melalui dialog rutin, pembinaan, dan pemberian bantuan peralatan keselamatan, Polres Situbondo berkomitmen menjaga keamanan wilayah perairan dari potensi gangguan maupun kecelakaan laut.
“Kami ingin nelayan bukan hanya menjadi pengguna laut, tapi juga penjaga laut,” tutup AKP Gede.

Konteks Lebih Luas

Kabupaten Situbondo dikenal memiliki lebih dari 70 kilometer garis pantai dengan ratusan perahu nelayan aktif setiap harinya. Menurut data Dinas Perikanan, mayoritas nelayan menggunakan kapal berukuran kecil dengan peralatan sederhana, sehingga rentan terhadap kecelakaan saat cuaca ekstrem.
Kegiatan seperti Ngobar Masir menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan maritim berbasis masyarakat—model kolaborasi yang kini banyak diterapkan di wilayah pesisir lain di Indonesia. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki
Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia
Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel
Bukan Kalpataru, Ini Harta Karun Tertua di Tuban yang Sudah Ada Sejak 500 SM
Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban
Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas
Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi
Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:25 WIB

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:47 WIB

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:39 WIB

Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:06 WIB

Bukan Kalpataru, Ini Harta Karun Tertua di Tuban yang Sudah Ada Sejak 500 SM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:30 WIB

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Berita Terbaru

Razia miras di Tuban kembali diwarnai fenomena warung yang tutup sebelum petugas datang. Satpol PP menemukan puluhan botol arak dan minuman oplosan yang diduga siap edar, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Pemerintah

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Minggu, 21 Jun 2026 - 06:47 WIB

Polres Tuban melakukan mutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dan bintara. Sejumlah jabatan strategis di Satreskrim, Satlantas hingga Intelkam berganti, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:30 WIB