Lamongan – Kebakaran hebat melanda deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Tambangan, Lingkungan Lengkong, RT 02/RW 03, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026) sore.
Kobaran api menghanguskan sejumlah lapak pedagang yang berada di atas maupun bawah jembatan. Tak hanya bangunan, dua sepeda motor yang terparkir di pangkalan ojek juga ikut terbakar.
Korwil Damkar Babat, Agung Supriyadi, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 16.30 WIB. Laporan warga kemudian diterima petugas pada pukul 16.39 WIB.
Petugas Damkar Tiba Lima Menit Setelah Berangkat
Setelah menerima laporan, petugas Damkar Korwil Babat langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.40 WIB.
Dengan jarak sekitar tiga kilometer, armada pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB atau lima menit setelah berangkat.
“Api mulai terbakar sekitar pukul 16.30 WIB. Laporan kami terima pukul 16.39 WIB dan petugas langsung berangkat pukul 16.40 WIB. Lima menit kemudian sudah tiba di lokasi,” kata Agung.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul. Proses penanganan berlangsung beberapa jam hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB.
Puluhan Lapak di Atas dan Bawah Jembatan Terbakar
Kobaran api melalap sejumlah lapak atau kios PKL yang berdiri di kawasan jembatan. Ukuran bangunan yang terdampak bervariasi, mulai 2 x 3 meter, 3 x 3 meter hingga 3 x 4 meter.
Sejumlah bangunan di atas jembatan yang terdampak di antaranya milik Wahyu (58), warga Sumberjo, Bojonegoro; Yayuk (39); Sumiyati (55); Ansori (43); Solikah (57); Sodikin (57); Feri (47); Anis (39); serta Abid (60).
Bangunan mushola milik Mbah Mat dan pangkalan ojek juga ikut terdampak.
Sementara di bawah jembatan, bangunan milik sejumlah warga turut mengalami kerusakan akibat kebakaran. Mereka antara lain Istiqomah (56), Yanto (70), Via (35), H. Sumangun (70), Suntoro (56), Syarofah (62), Budi (42), Sri (48), Tarmi (75), Said (67), Rosi (32), Afid (42), dan Erik (42).
Kobaran api juga menyambar dua sepeda motor yang sedang terparkir di pangkalan ojek.
Kedua kendaraan tersebut masing-masing Honda Vario 125 milik Moh. Taufik dan Honda Revo milik Abu Dari.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Warga bersama petugas juga berupaya menyelamatkan aset di sekitar lokasi, termasuk rumah-rumah warga agar tidak ikut terdampak kobaran api.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp359,3 juta.
Nilai tersebut meliputi kerusakan dan kehilangan bangunan lapak, fasilitas usaha, serta dua sepeda motor yang terbakar.
“Untuk korban jiwa dan luka-luka nihil. Total kerugian diperkirakan sekitar Rp359.300.000,” terang Agung.
Diduga Dipicu Pembakaran Sampah
Berdasarkan laporan awal petugas, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.
Meski demikian, dugaan tersebut merupakan informasi awal. Penanganan dan pendataan di lokasi dilakukan untuk mengetahui kondisi serta sumber api secara lebih jelas.
Bangunan lapak yang berada berdekatan di kawasan jembatan membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama hingga api benar-benar dapat dikendalikan.
Tujuh Armada dan 36 Personel Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat penanganan melibatkan armada pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah.
Sebanyak tujuh armada dikerahkan, yakni satu armada Pos Babat, dua armada Mako Lamongan, dua armada Pos Ngimbang, satu armada Pos Baureno, Bojonegoro, serta satu armada Pos Rengel, Tuban.
Total 36 personel diterjunkan dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
Rinciannya, sembilan personel dari Pos Babat, sembilan personel Mako Lamongan, delapan personel Pos Ngimbang, empat personel Pos Baureno Bojonegoro, dan enam personel Pos Rengel Tuban.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.40 WIB.
Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi aman serta melakukan upaya penyelamatan dan pengamanan terhadap rumah warga yang berada di sekitar titik kebakaran. (Az)












