Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Jembatan Peninggalan Belanda di Nganjuk Ambruk, Akses Warga Terganggu

- Reporter

Rabu, 4 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah jembatan tua peninggalan Belanda yang terletak di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ambruk pada rabu (04/12) dini hari.(Ist)

Sebuah jembatan tua peninggalan Belanda yang terletak di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ambruk pada rabu (04/12) dini hari.(Ist)

NGANJUK, JATIM – Sebuah jembatan tua peninggalan Belanda yang terletak di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ambruk pada rabu (04/12) dini hari. Jembatan yang sudah berusia lebih dari seabad ini merupakan penghubung utama antara beberapa desa di kawasan tersebut. Ambruknya jembatan ini menyebabkan akses transportasi warga terganggu dan memicu kekhawatiran terkait kondisi infrastruktur peninggalan sejarah lainnya di wilayah itu.

Menurut warga sekitar, kejadian ambruknya jembatan terjadi tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah Nganjuk. Bagian tengah jembatan runtuh, sementara sisi-sisinya mengalami retakan yang cukup parah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi seorang pengendara sepeda motor dilaporkan nyaris terjatuh ketika jembatan mulai bergoyang.

“Waktu itu saya sedang lewat, tiba-tiba jembatan bergetar keras dan bagian tengahnya runtuh. Untung saya sempat berhenti,” ujar Suwandi, salah seorang warga yang menjadi saksi mata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyatakan bahwa kondisi jembatan sudah dalam kategori rawan sebelum kejadian. “Jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur peninggalan Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20. Struktur bangunannya memang sudah tua, dan selama ini hanya dilakukan perawatan ringan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hujan deras yang melanda wilayah Nganjuk beberapa hari terakhir memperparah kondisi jembatan. Aliran sungai yang deras menyebabkan fondasi jembatan terkikis hingga tidak mampu menahan beban. “Kombinasi usia tua dan tekanan dari arus sungai menjadi penyebab utama runtuhnya jembatan ini,” katanya.

Ambruknya jembatan ini berdampak langsung pada aktivitas warga di sekitar. Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Gondanglegi dan Desa Ngliman dengan pusat Kecamatan Rejoso. Kini, warga harus menempuh rute alternatif yang jaraknya dua kali lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka.

“Biasanya saya hanya butuh 15 menit untuk sampai ke pasar menggunakan jembatan ini. Sekarang harus memutar lebih dari 30 menit,” keluh Murni, seorang pedagang setempat.

Selain itu, distribusi hasil pertanian dari desa-desa di sekitar jembatan juga terganggu. Para petani kesulitan mengangkut hasil panen mereka ke pasar karena harus melewati jalan alternatif yang kurang memadai.

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berjanji akan segera melakukan langkah darurat untuk memulihkan akses transportasi warga. Sutomo mengatakan pihaknya akan membangun jembatan sementara dalam waktu dekat. “Kami sedang mempersiapkan pemasangan jembatan darurat agar warga tidak terlalu lama terputus aksesnya,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kajian untuk menentukan desain jembatan permanen yang lebih kokoh dan tahan lama. “Kami akan melibatkan tim ahli untuk merancang jembatan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi geografis di kawasan ini,” tambah Sutomo.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perawatan dan monitoring infrastruktur peninggalan sejarah yang masih digunakan hingga kini. Ketua Komunitas Sejarah Nganjuk, Budi Santoso, menyayangkan kurangnya perhatian terhadap jembatan-jembatan peninggalan Belanda yang ada di wilayah tersebut.

“Jembatan ini bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga warisan sejarah yang memiliki nilai penting. Kami berharap pemerintah lebih serius dalam menjaga infrastruktur bersejarah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.

Budi juga mengusulkan agar jembatan yang rusak tidak sepenuhnya diganti, melainkan diperbaiki dengan mempertahankan elemen-elemen aslinya untuk melestarikan nilai sejarahnya.

Hingga saat ini, lokasi jembatan ambruk telah dipasangi garis pembatas untuk mencegah warga mendekat. Aparat setempat juga terus berjaga untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Ambruknya jembatan peninggalan Belanda ini menjadi peringatan akan pentingnya perawatan infrastruktur tua sekaligus mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menjaga warisan sejarah yang ada. Dalam waktu dekat, warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi cepat agar aktivitas mereka kembali berjalan normal.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu