Banjir di Pasuruan: 2 Ruas Jalan Nasional Malang-Surabaya Lumpuh

- Reporter

Senin, 9 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan air setinggi 40 hingga 50 cm melumpuhkan lalu lintas di Dusun Buluagung, Desa Sengonagung, Kabupaten Pasuruan.(Ist)

Genangan air setinggi 40 hingga 50 cm melumpuhkan lalu lintas di Dusun Buluagung, Desa Sengonagung, Kabupaten Pasuruan.(Ist)

PASURUAN, JATIM – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwosari dan sekitarnya sejak Minggu (8/12) siang menyebabkan banjir di jalan nasional yang menghubungkan Malang dan Surabaya. Genangan air setinggi 40 hingga 50 cm melumpuhkan lalu lintas di Dusun Buluagung, Desa Sengonagung, Kabupaten Pasuruan.

Banjir di Jalan Nasional Malang-Surabaya Akibatkan Kemacetan Panjang

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Air meluap dari saluran tepi jalan dan persawahan sekitar lokasi, membanjiri jalur arah Malang ke Surabaya hingga meluber ke jalur sebaliknya.

Huda, warga setempat, menyebutkan bahwa banjir ini merupakan yang pertama pada musim hujan kali ini, meskipun kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu.

“Air meluap dari saluran tepi jalan dan persawahan, menyebabkan genangan hingga mencapai 100 meter di beberapa titik,” jelas Huda.

Akibat banjir, kemacetan panjang tak terhindarkan. Kendaraan dari arah Malang menuju Surabaya terjebak hingga satu kilometer, sementara arus lalu lintas terpaksa dialihkan menggunakan sistem contraflow.

Kendaraan Mogok Akibat Menerobos Banjir

Banyak kendaraan, termasuk truk, pikap, dan motor, terjebak di tengah banjir. Sebagian pengendara nekat melintasi genangan air, namun beberapa kendaraan, terutama sepeda motor, mogok karena terendam air.

Petugas Berupaya Atasi Kemacetan

Petugas Poslantas Purwosari bersama Turjawali Satlantas Polres Pasuruan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan membantu mengurai kemacetan di lokasi banjir.

Pada Minggu malam, genangan air mulai surut, meskipun arus lalu lintas belum sepenuhnya normal.

Peringatan untuk Pengendara: Waspada Saat Musim Hujan

Banjir di jalan nasional Malang-Surabaya ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu berhati-hati selama musim hujan, terutama di wilayah yang rawan banjir seperti Pasuruan.

Tetaplah memantau kondisi cuaca dan periksa jalur perjalanan untuk menghindari terjebak dalam situasi serupa.

Banjir di Pasuruan: Jalan Nasional Malang-Surabaya Lumpuh

PASURUAN, JATIM – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwosari dan sekitarnya sejak Minggu (8/12) siang menyebabkan banjir di jalan nasional yang menghubungkan Malang dan Surabaya. Genangan air setinggi 40 hingga 50 cm melumpuhkan lalu lintas di Dusun Buluagung, Desa Sengonagung, Kabupaten Pasuruan.

Banjir di Jalan Nasional Malang-Surabaya Akibatkan Kemacetan Panjang

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Air meluap dari saluran tepi jalan dan persawahan sekitar lokasi, membanjiri jalur arah Malang ke Surabaya hingga meluber ke jalur sebaliknya.

Huda, warga setempat, menyebutkan bahwa banjir ini merupakan yang pertama pada musim hujan kali ini, meskipun kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu.

“Air meluap dari saluran tepi jalan dan persawahan, menyebabkan genangan hingga mencapai 100 meter di beberapa titik,” jelas Huda.

Akibat banjir, kemacetan panjang tak terhindarkan. Kendaraan dari arah Malang menuju Surabaya terjebak hingga satu kilometer, sementara arus lalu lintas terpaksa dialihkan menggunakan sistem contraflow.

Kendaraan Mogok Akibat Menerobos Banjir

Banyak kendaraan, termasuk truk, pikap, dan motor, terjebak di tengah banjir. Sebagian pengendara nekat melintasi genangan air, namun beberapa kendaraan, terutama sepeda motor, mogok karena terendam air.

Petugas Berupaya Atasi Kemacetan

Petugas Poslantas Purwosari bersama Turjawali Satlantas Polres Pasuruan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan membantu mengurai kemacetan di lokasi banjir.

Pada Minggu malam, genangan air mulai surut, meskipun arus lalu lintas belum sepenuhnya normal.

Baca juga :

BPBD Lumajang Siaga: Antisipasi Banjir Lahar Gunung Semeru

Peringatan untuk Pengendara: Waspada Saat Musim Hujan

Banjir di jalan nasional Malang-Surabaya ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu berhati-hati selama musim hujan, terutama di wilayah yang rawan banjir seperti Pasuruan.

Tetaplah memantau kondisi cuaca dan periksa jalur perjalanan untuk menghindari terjebak dalam situasi serupa.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB