Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Imbau Masyarakat Jawa Timur Antisipasi Dampak Banjir

- Reporter

Selasa, 17 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada cuaca ekstrim di Jawa Timur,BMKG peringatkan antisipasi potensi banjir,(Ist).

Waspada cuaca ekstrim di Jawa Timur,BMKG peringatkan antisipasi potensi banjir,(Ist).

SURABAYA, JATIM – Curah hujan tinggi yang terus mengguyur berbagai wilayah di Jawa Timur dalam sepekan terakhir telah menyebabkan banjir besar di sejumlah daerah, termasuk Pasuruan, Ponorogo, Malang, dan Gresik. Ribuan warga terdampak, dengan banyak yang harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Menghadapi situasi ini, BMKG mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember 2024.

Baca juga: Waapada Banjir: Bengawan Solo di Bojonegoro Bersetatus Siaga Kuning Dengan Tren Kenaikan Debit Air

Daerah Terdampak Banjir

  1. Pasuruan
    Banjir di Pasuruan merendam empat kecamatan, dengan luapan Sungai Welang dan Rejoso menjadi penyebab utama. Air setinggi 70 cm tidak hanya menggenangi rumah warga tetapi juga melumpuhkan jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo. Lebih dari 2.000 warga harus mengungsi, sementara distribusi bantuan dilakukan melalui posko darurat.
  2. Ponorogo
    Di Ponorogo, tujuh kecamatan terdampak banjir, dengan Desa Jabung di Kecamatan Mlarak menjadi lokasi terparah. Akses jalan utama terputus, dan 1.500 warga terdampak langsung. Tragisnya, dua warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
  3. Malang
    Kecamatan Dampit dan Ampelgading di Kabupaten Malang mengalami banjir parah akibat luapan Sungai Lesti. Ribuan rumah tergenang, memaksa warga dievakuasi ke posko darurat dengan menggunakan perahu karet.
  4. Gresik dan Mojokerto
    Hujan deras juga menyebabkan genangan di Gresik dan Mojokerto, dengan banyak rumah dan jalan utama yang tergenang air hingga setinggi 50 cm.

Prediksi BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data BMKG, hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah utara dan selatan Jawa Timur hingga akhir Desember. Kepala BMKG Jawa Timur, Dwi Rini Kusumawardani, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah rawan banjir seperti Pasuruan, Malang, dan Ponorogo.

“Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh La Nina dan gangguan atmosfer lainnya. Hujan intensitas tinggi dapat memicu banjir, longsor, dan genangan air di wilayah perkotaan,” ujar Dwi Rini.

Himbauan Kepada Masyarakat

Menghadapi situasi ini, BMKG bersama pemerintah daerah memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat:

  1. Pantau Perkembangan Cuaca
    Perhatikan informasi resmi dari BMKG terkait peringatan dini cuaca ekstrem. Aplikasi Info BMKG dapat diunduh untuk mempermudah akses informasi.
  2. Siapkan Tas Darurat
    Pastikan tas darurat berisi dokumen penting, pakaian, makanan siap saji, air minum, obat-obatan, dan peralatan dasar seperti senter dan baterai.
  3. Lindungi Barang Berharga
    Simpan barang elektronik dan dokumen penting di tempat yang aman dan lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air.
  4. Lapor ke Posko Terdekat
    Jika terdampak banjir, segera hubungi posko evakuasi atau pihak berwenang setempat untuk mendapatkan bantuan.
  5. Jaga Kebersihan Lingkungan
    Pastikan saluran air bersih dari sampah untuk mencegah penyumbatan yang dapat memperparah banjir.

Dukungan Pemerintah dan Relawan

Pemerintah daerah bersama TNI/Polri, BPBD, dan relawan telah membuka posko pengungsian di berbagai titik. Posko dilengkapi dengan layanan dapur umum, fasilitas kesehatan, serta kebutuhan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Kapolres Ponorogo, AKBP Anton, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan keselamatan warga. “Kami memastikan proses evakuasi berjalan lancar, dan bantuan segera disalurkan ke wilayah terdampak,” ungkapnya.

Kesimpulan: Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem di Jawa Timur menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan curah hujan yang masih tinggi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi
Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban
Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi
Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo
Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:25 WIB

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:29 WIB

Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban

Senin, 8 Juni 2026 - 17:48 WIB

Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:57 WIB

Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Berita Terbaru

Tersangka kasus pembunuhan bidan RSUD Besuki didampingi petugas saat berada di depan ruang Satreskrim Polres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan dalam proses penyidikan, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo

Senin, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id