Promo

Perbaikan Tanggul Jebol di Sungai Welang, Cegah Banjir dengan Eco River

- Reporter

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbaikan Tanggul Sungai Welang melibatkan warga masyarakat (Ist).

Perbaikan Tanggul Sungai Welang melibatkan warga masyarakat (Ist).

Tanggul Sungai Welang Jebol, Warga Terancam Banjir

PASURUAN, JATIM – Tanggul Sungai Welang di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, mengalami jebol pada Minggu (2/1/2025). Kondisi ini meningkatkan risiko banjir di permukiman warga, terutama saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur segera melakukan perbaikan dengan menerapkan metode eco river. Perbaikan tanggul ini bertujuan untuk mencegah banjir yang dapat berdampak buruk bagi warga sekitar, termasuk ancaman kerusakan rumah, fasilitas umum, serta gangguan aktivitas sehari-hari.

Metode Eco River untuk Penguatan Tanggul

Metode eco river dipilih sebagai solusi penguatan tanggul karena dinilai lebih ramah lingkungan dan efektif dalam mengatasi erosi. Teknik ini dilakukan dengan memasang anyaman kayu bambu di sisi tanggul, yang kemudian diisi dengan karung berisi pasir atau tanah sebagai penguat.

Penerapan metode ini dilakukan di beberapa titik yang rawan jebol serta di bagian aliran sungai yang berkelok, seperti di Dusun Duyo dan Rujak Sente, Desa Sukorejo. Selain memperkuat struktur tanggul, teknik ini juga berfungsi untuk memperlancar aliran air agar tidak mudah menyebabkan genangan atau banjir.

Pengerjaan Melibatkan Warga Setempat

Panjang anyaman bambu yang dipasang mencapai 50 meter, dan proses pengerjaannya melibatkan warga setempat. Selain mempercepat penyelesaian proyek, keterlibatan masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sungai dan tanggul.

Menurut Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sungai Welang-Pekalen, Anton Dharma, teknik eco river memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai penahan luapan air sekaligus mencegah longsor, terutama saat musim hujan tiba.

“Kami berharap pemasangan tanggul dengan metode ini lebih kuat dibandingkan sand bag biasa, sehingga dapat bertahan lebih lama dan mengurangi risiko banjir ke permukiman warga,” ujar Anton, Senin (3/2/2025).

Baca juga: Banjir di Pasuruan Belum Surut, Sebagian Warga Memilih Mengungsi

Keunggulan Metode Eco River Dibanding Sand Bag

Dibandingkan dengan metode sand bag (karung pasir) biasa, teknik eco river memiliki beberapa keunggulan:

  1. Lebih Kokoh dan Tahan Lama

Anyaman bambu memberikan daya tahan lebih tinggi terhadap arus air dan tekanan tanah.

  1. Ramah Lingkungan

Bambu merupakan bahan alami yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan.

  1. Mudah Diterapkan dan Biaya Lebih Murah

Bahan yang digunakan mudah didapat dan dapat dikerjakan oleh masyarakat sekitar.

  1. Mencegah Erosi dan Longsor

Struktur bambu membantu menjaga kestabilan tanah di sekitar tanggul.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan Raya Arjosari Pasuruan, Lalu Lintas Dialihkan

Antisipasi Banjir di Permukiman Warga

Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah daerah juga mengimbau warga sekitar untuk ikut serta dalam pemantauan kondisi tanggul, terutama saat curah hujan tinggi. Upaya normalisasi sungai dan perbaikan tanggul yang rusak lainnya akan terus dilakukan secara bertahap guna mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Perbaikan tanggul di Sungai Welang ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mitigasi bencana banjir di Kabupaten Pasuruan. Dengan penerapan metode eco river, diharapkan tanggul dapat lebih kuat dan mampu melindungi warga dari ancaman banjir di musim hujan mendatang.(Pur/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas
Jalan Rusak Mendadak Mulus Jelang Kunjungan Presiden Prabowo ke Tuban
Kecelakaan di Proyek Jalan Rengel Berbuntut Teguran Polisi dan Pengawas Ketenagakerjaan
BKPSDM Bungkam, Disparitas Perlakuan Kepegawaian Antara PNS, PPPK dan non-ASN Tuban Disorot
Rumah Warga Jenu Tuban Terbakar Diduga Akibat Kebocoran LPG

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:01 WIB

Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:23 WIB

Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:35 WIB

Jalan Rusak Mendadak Mulus Jelang Kunjungan Presiden Prabowo ke Tuban

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee