Banjir di Pasuruan Belum Surut, Sebagian Warga Memilih Mengungsi

- Reporter

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian warga memilih untuk dievakuasi (Ist).

Sebagian warga memilih untuk dievakuasi (Ist).

PASURUAN, JATIM – Sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan masih terendam banjir, khususnya di Kecamatan Rejoso. Hingga Kamis (30/1/2025), ketinggian air di beberapa wilayah masih mencapai satu meter, seperti di Desa Kawisrejo, Toyaning, Sadengrejo, Arjosari, dan Jarangan.

Akibat kondisi tersebut, banyak warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah kerabat yang tidak terdampak. Kelompok rentan seperti lansia dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi prioritas dalam evakuasi.

Tim Gabungan Bantu Evakuasi Warga

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota terus melakukan evakuasi dengan menurunkan berbagai peralatan darurat. Winarno, salah satu warga, mengungkapkan bahwa petugas menggunakan perahu karet untuk membantu evakuasi.

“Tadi ada seorang nenek dan anak-anak yang meminta evakuasi menggunakan perahu karet,” ujar Winarno.

Selain perahu karet, mobil MCK, serta bantuan logistik seperti nasi bungkus, mi instan, dan makanan ringan juga telah disalurkan ke lokasi terdampak.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan Raya Arjosari Pasuruan, Lalu Lintas Dialihkan

Banjir di Wilayah Lain Mulai Surut

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa banjir di sejumlah kecamatan lainnya sudah mulai surut. Namun, desa-desa di bagian utara Kecamatan Rejoso masih terendam akibat posisinya yang lebih rendah.

“Sejumlah desa di Rejoso memang masih terendam, sementara di wilayah lain air sudah surut,” jelas Sugeng Hariyadi.

Banjir ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur Pasuruan sejak Selasa (27/1), menyebabkan Sungai Beji, Sungai Welang, Sungai Petung, dan Sungai Rejoso meluap. Akibatnya, puluhan desa di Kecamatan Beji, Rejoso, Winongan, Pasrepan, Gondangwetan, Grati, Kraton, Pohjentrek, serta Kecamatan Gadingrejo di Kota Pasuruan ikut terdampak.(Rn/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru