Jalur Pantura Situbondo Lumpuh 4 Jam Akibat Banjir, Kemacetan Mengular hingga 20 Km

- Reporter

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan di jalur pantura Situbondo,material banjir menutup badan jalan (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Kemacetan di jalur pantura Situbondo,material banjir menutup badan jalan (Fia Rahma/Liputansatu.id).

SITUBONDO – Jalur Pantura di Situbondo lumpuh total selama empat jam akibat tertutup material banjir berupa batu dan pasir pada Rabu (5/2/2025) pagi. Akibatnya, arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang hingga 20 kilometer, membuat ratusan kendaraan terjebak dan perjalanan menjadi terganggu.

Banjir terjadi setelah hujan lebat yang disertai angin kencang mengguyur wilayah Situbondo sejak Selasa (4/2/2025) petang. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya tanggul di kawasan pegunungan jebol. Air bercampur dengan material batu dan pasir kemudian meluncur deras ke jalan raya, menutup sebagian besar jalur di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Kendaraan Terjebak Berjam-jam

Akibat banjir ini, ratusan kendaraan, termasuk truk besar, bus, dan kendaraan pribadi, terjebak dalam antrean panjang. Salah satu sopir truk, Dedy, mengaku sudah terjebak kemacetan selama empat jam tanpa bisa bergerak.

“Dari pagi tadi sampai jam 10.00 WIB masih belum bisa jalan. Saya dari Bali bawa kelapa sawit tujuan Blora, harusnya sampai besok pagi, tapi sekarang jadi molor lama. Mau bagaimana lagi, ini musibah,” keluhnya.

Dedy menambahkan bahwa keterlambatan ini bisa berdampak pada pekerjaannya karena pengiriman barang menjadi tidak tepat waktu. Hal serupa dirasakan oleh pengendara lainnya yang ikut terdampak kemacetan panjang.

Upaya Evakuasi dan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian bersama petugas terkait segera melakukan upaya penanganan. Kanit Gakkum Polres Situbondo, Iptu Rachmand Fadli, menjelaskan bahwa pembersihan material banjir sedang dilakukan menggunakan alat berat.

“Material batu yang terbawa banjir cukup besar, jadi kami harus menggunakan loader untuk membersihkannya. Saat ini proses pembersihan masih berlangsung agar lalu lintas bisa kembali normal,” ujarnya.

Untuk mengurangi kemacetan, pihak kepolisian juga mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif melalui kawasan Arak-Arak. Pengalihan ini diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan yang terjebak di jalur utama.

Peringatan Dini untuk Pengendara

Banjir di kawasan ini bukan kali pertama terjadi. Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, pengendara diimbau untuk selalu waspada saat melintasi Jalur Pantura Situbondo, terutama di daerah rawan longsor dan banjir.

BMKG sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Situbondo, dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, para pengendara disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan memilih jalur alternatif jika diperlukan.

Baca juga: 3 Kecamatan di Situbondo Terendam Banjir, Pemkab Bakal Bangun Dapur Umum

Banjir yang membawa material batu dan pasir di Jalur Pantura Situbondo menyebabkan kemacetan panjang hingga 20 km dan membuat perjalanan terganggu selama empat jam. Pihak berwenang terus berupaya membersihkan material di jalan dan mengalihkan arus kendaraan agar lalu lintas bisa segera kembali normal. Sementara itu, pengendara diminta untuk berhati-hati mengingat potensi cuaca buruk masih bisa terjadi.(Fia/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban
Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas
Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi
Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius
Cegah Konvoi Saat Pengesahan PSHT, Polres Tuban Amankan 33 Orang dan 37 Kendaraan
Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan
Jelang Muktamar NU 2026, NBI Usulkan Kolaborasi Ulama Senior dan Intelektual Muda Pimpin PBNU
Sehari di Awal Bulan Suro, Empat Warga Tuban Tewas dalam Tiga Kecelakaan Beruntun

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:30 WIB

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:57 WIB

Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:44 WIB

Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:32 WIB

Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:12 WIB

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan

Berita Terbaru

Polres Tuban melakukan mutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dan bintara. Sejumlah jabatan strategis di Satreskrim, Satlantas hingga Intelkam berganti, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:30 WIB

Peserta Festival Hari Bakcang 2026 menaiki kapal wisata saat menyusuri Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka perayaan budaya Tionghoa yang diselenggarakan oleh MABT Indonesia, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Sosial Budaya

Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas

Jumat, 19 Jun 2026 - 19:57 WIB