Waspada Chikungunya di Kediri: 17 Kasus Ditemukan, Dinkes Gencar Lakukan Fogging

- Reporter

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan fogging cegah penyebaran Chikungunya,(Ist).

Petugas melakukan fogging cegah penyebaran Chikungunya,(Ist).

KEDIRI, JATIM– Musim penghujan membawa dampak meningkatnya kasus penyakit chikungunya di Kota Kediri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melaporkan, hingga saat ini terdapat 17 warga yang terkonfirmasi mengidap penyakit ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, kasus chikungunya tersebar di dua kelurahan, yakni Blabak dan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

“Memang ada peningkatan kasus chikungunya di dua kelurahan. Dalam beberapa hari ini, tercatat ada 17 kasus,” ungkap dr. Fajri pada Senin (6/1/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Kediri telah melakukan fogging di wilayah terdampak sejak pekan lalu. Fogging dimulai setelah ditemukan lima kasus awal di Kelurahan Blabak. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang biasanya berkembang biak di musim penghujan.

Meskipun tidak tergolong mematikan, chikungunya dapat menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan tubuh yang mengganggu aktivitas penderitanya.

“Chikungunya sebenarnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 10 hari hingga dua minggu. Namun, rasa sakit dan ketidakmampuan berjalan sering membuat masyarakat panik,” tambah dr. Fajri.

Baca juga: Vaksinasi HPV di Kota Malang: Langkah Pencegahan Kanker Serviks untuk Siswi SMP

Dinkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan melalui 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta menambah perlindungan seperti penggunaan lotion antinyamuk). Upaya ini penting untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

Tetap waspada dan jaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit di musim penghujan ini.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB