Cuaca Ekstrem Rusak Belasan Rumah di Mlandingan Kulon, Situbondo

- Reporter

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan Rumah di Mlandingan Kulon, Situbondo rusak akibat hujan dan angin kencang, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Belasan Rumah di Mlandingan Kulon, Situbondo rusak akibat hujan dan angin kencang, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Situbondo. Kali ini, hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, pada Senin siang (26/5/2025), sekitar pukul 13.35 WIB. Akibatnya, sebanyak 14 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kejadian ini sempat membuat warga panik, terutama karena angin bertiup kencang disertai suara gemuruh dari atap rumah yang berterbangan. Meski begitu, tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Rincian Rumah Rusak dan Kerugian Warga

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Puriyono, menyampaikan bahwa hujan lebat yang berlangsung sekitar 30 menit itu menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada beberapa rumah warga.

“Dari data yang kami terima di lokasi, terdapat total 14 rumah yang terdampak.” kata Puriyono kepada awak media.

Dua rumah mengalami rusak berat, yaitu milik Bapak Tori (56) dan Bapak Suherman (21), dengan estimasi kerugian masing-masing mencapai Rp10 juta.

Sementara itu, dua rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Rumah milik Bapak Hafid (59) diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1 juta, dan rumah Bapak Moh. Maswi (37) mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Sepuluh rumah lainnya mengalami rusak ringan, seperti kerusakan pada genteng, plafon, atau sebagian dinding. Di antara pemilik rumah tersebut adalah Bapak Dulhannan, Bapak Hartono, Bapak Maan, hingga Ibu Indayati. Rata-rata kerugian diestimasi sekitar Rp1 juta per rumah.

BPBD Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Darurat

Setelah mendapat laporan dari warga, tim BPBD bersama perangkat desa dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi ringan serta membersihkan puing-puing dari rumah yang terdampak.

“Kami telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pembersihan di area terdampak.” jelas Puriyono. 

Saat ini fokus dari Tim yang diterjunkan adalah membantu warga yang rumahnya rusak agar bisa ditinggali kembali, serta melakukan asesmen cepat guna memetakan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Petugas juga mencatat kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga Harapkan Bantuan Material dan Perbaikan Rumah

Sejumlah warga yang rumahnya rusak berat berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, terutama dalam bentuk material bangunan untuk memperbaiki atap dan dinding rumah yang rusak.

“Kami hanya bisa berlindung di rumah tetangga untuk sementara. Atap rumah sudah tidak bisa dipakai lagi,” ungkap Tori, salah satu korban terdampak.

Ia berharap ada bantuan cepat agar rumahnya bisa kembali ditempati dalam waktu dekat, terutama karena cuaca di wilayah Situbondo kerap berubah-ubah dan masih sering turun hujan.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee