Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

- Reporter

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi/ist).

(Ilustrasi/ist).

Jakarta – Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka secara transparan penanganan dugaan korupsi kuota haji kembali menguat. Sejumlah kalangan menilai, keterbukaan proses hukum penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, terutama pada perkara yang menyangkut ibadah umat.
Isu dugaan korupsi kuota haji belakangan kembali menjadi sorotan karena dinilai menyentuh aspek keadilan, tata kelola negara, serta integritas penyelenggaraan ibadah haji.

NBI: KPK dan PPATK Diyakini Miliki Data Awal

Ketua Umum Netra Bhakti Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menyampaikan bahwa KPK bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diyakini telah memiliki data awal terkait pergerakan aliran dana dalam perkara tersebut.
“Kita menunggu KPK membuka secara transparan penanganan aliran dana dugaan korupsi kuota haji, agar publik memperoleh kepastian hukum,” ujar Khalilur dalam pernyataan tertulis yang diterima awak media, Sabtu (10/01/2026).
Menurutnya, transparansi diperlukan agar publik mengetahui bahwa proses hukum berjalan secara profesional dan akuntabel.

Tegaskan Penegakan Hukum Tak Tebang Pilih

Khalilur menegaskan bahwa penegakan hukum dalam perkara dugaan korupsi kuota haji harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ia menyebut, apabila dalam proses hukum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak tertentu, maka aparat penegak hukum wajib menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika dalam proses hukum terdapat bukti yang mengarah kepada siapa pun, baik tokoh publik maupun tokoh keagamaan, maka pemeriksaan harus dilakukan secara terbuka dan profesional,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar proses hukum tetap dijalankan secara objektif dan tidak didahului oleh penghakiman di ruang publik.

Junjung Praduga Tak Bersalah

Khalilur menekankan bahwa pernyataannya bukan dimaksudkan sebagai tuduhan terhadap pihak tertentu. Ia menyatakan dukungannya terhadap prinsip asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
“Para kiai NU dan warga NU pada prinsipnya mendukung penegakan hukum. Jika memang ada bukti, silakan diproses sesuai hukum. Namun, jangan ada penghakiman sebelum ada keputusan resmi,” ujarnya.
Ia menilai, sikap tersebut penting agar penegakan hukum tidak mencederai nilai keadilan serta tidak menimbulkan kegaduhan sosial yang tidak perlu.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait desakan pembukaan aliran dana dugaan korupsi kuota haji. Redaksi LiputanSatu.id masih berupaya menghubungi KPK dan pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi lebih lanjut.

Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik

Kasus dugaan korupsi kuota haji sebelumnya telah menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan kuota, biaya, serta akses ibadah haji yang dinilai rawan disalahgunakan.
Sejumlah pengamat menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara menjadi kunci agar praktik serupa tidak terulang. Bagi sebagian masyarakat, keterbukaan aliran dana bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya menjaga integritas institusi negara dan kepercayaan umat. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian
Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma
Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru
Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara
135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya
Bocah 5 Tahun di Panarukan Situbondo Hilang Saat Main di Halaman Rumah
Kasus 840 Tabung Masih Misterius, LPG Ilegal Kembali Muncul di Tuban
Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:57 WIB

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 April 2026 - 14:45 WIB

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 April 2026 - 14:33 WIB

Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru

Jumat, 17 April 2026 - 14:22 WIB

Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Berita Terbaru

Pengelola Klenteng Kwan Sing Bio, Tio Eng Bo saat menunjukan lokasi Kimsin Dewa Kwan Kong kepada awak media, (Foto: Assa/Liputansatu.id).

Sosial Budaya

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:57 WIB

Truk KDKMP ringsek di bagian depan usai menabrak pohon di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo Tuban dini hari,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:45 WIB

Seleksi Paskibraka Tuban 2026 di GOR Rangga Jaya Anoraga diikuti 135 siswa hasil penyaringan dari 390 pendaftar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id