Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Kunjungan Pemkab Tuban ke KPK, Benarkah Tanpa Unsur Legislatif?

- Reporter

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan Pemkab Tuban memasuki gedung KPK dalam agenda Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) Wilayah III KPK,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Rombongan Pemkab Tuban memasuki gedung KPK dalam agenda Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) Wilayah III KPK,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kunjungan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta pada Selasa (05/08/2025), yang seharusnya menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi, justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah III itu diikuti oleh sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Namun, publik mempertanyakan siapa saja yang benar-benar tergabung dalam rombongan resmi, karena terdapat ketidaksesuaian antara keterangan resmi dan informasi yang beredar di media sosial.

Minim Keterbukaan Soal Peserta Rombongan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tuban, Arif Handoyo, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kunjungan tersebut diikuti oleh 18 pejabat eksekutif, di antaranya Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat, Kepala BPKPAD, dan sejumlah kepala dinas terkait pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.
“Ini kegiatan rutin dari Korsupgah KPK Wilayah III. Fokusnya adalah perbaikan tata kelola pemerintahan, khususnya pencegahan korupsi dan transparansi anggaran,” ujar Arif saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan temuan di lapangan. Sejumlah foto yang beredar menunjukkan kehadiran Ketua DPRD Tuban Sugiantoro dan Sekretaris DPRD Sri Hidajati dalam kegiatan di Gedung Merah Putih KPK. Padahal, pihak Pemkab sebelumnya menyebutkan tidak adanya keterlibatan unsur legislatif dalam rombongan.

Publik Meragukan Komitmen Transparansi

Ketidaksesuaian informasi ini menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Kritik bermunculan di media sosial, mempertanyakan mengapa kegiatan yang membawa nama besar KPK justru diliputi dengan ketidakjelasan informasi.
“Kalau tujuannya memperkuat tata kelola dan transparansi, kenapa soal siapa saja yang ikut justru ditutup-tutupi? Ini jadi kontradiktif,” ungkap seorang aktivis antikorupsi lokal saat dihubungi secara terpisah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua DPRD Tuban maupun Sekretaris DPRD terkait keikutsertaan mereka dalam kunjungan ke KPK.

Evaluasi KPK dan Harapan Publik

Sebagai informasi, Korsupgah Wilayah III KPK mencakup evaluasi terhadap sejumlah aspek krusial dalam tata kelola pemerintahan daerah, seperti perencanaan anggaran, penguatan sistem pengendalian intern, pengawasan pengadaan barang/jasa, penertiban aset, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kabupaten Tuban menjadi salah satu dari 15 daerah yang dijadwalkan menerima evaluasi langsung oleh tim Korsupgah KPK pada triwulan ketiga tahun 2025.
Masyarakat berharap, kunjungan ke lembaga antirasuah ini tidak berhenti sebatas formalitas seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum pembenahan internal pemerintahan. Dan yang lebih penting, keterbukaan informasi publik tetap harus menjadi prinsip utama dalam setiap langkah menuju pemerintahan yang bersih.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Gandeng Perusahaan Jepang, SBI Perkenalkan Teknologi Penguat Tanah Lunak CLEAN SET
Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Perusahaan Jepang, SBI Perkenalkan Teknologi Penguat Tanah Lunak CLEAN SET

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu