Cucian Pasir Marak di Jalur Pantura Tuban, Limbah Tercecer di Jalan hingga Dibuang ke Areal Pertanian

- Reporter

Minggu, 3 November 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Terlihat alt berat jenis excavator dan dump truk muatan pasir kuarsa saat melakukan aktivasi di tempat usaha cucian pasir di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, (Ist).

Tuban – Tidak hanya jalan di sepanjang jalur Pantura Tuban-Semarang yang berubah warna dari hitam menjadi cokelat akibat dampak dari tumpahan pasir kuarsa yang diangkut oleh dump truk dari tambang, limbah cucian pasir silika juga mengganggu indahnya panorama pantai di sepanjang jalan wilayah Kecamatan Bancar hingga Kecamatan Tambakboyo. 

Kondisi ini seakan diacuhkan oleh pemerintah daerah setempat terlebih pengusaha. Di sisi kanan kiri jalan sepanjang Jalur Pantura Tuban, terdapat banyak sekali usaha cucian pasir yang seakan sengaja dibiarkan tumbuh subur.

Dari pantauan media ini, hilir mudik kendaraan dump truk muatan pasir kuarsa dengan kapasitas sekitar 8 sampai dengan 10 ton dari tambang di wilayah Kecamatan Jatirogo, menuju lokasi cucian pasir di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar. Proses selanjutnya, pasir akan disaring dan dipilah untuk diambil butiran pasir sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya. 

Saat dilakukan penelusuran di lapangan, terdapat usaha cucian pasir di Desa Margosuko, banyak pasir berwarna cokelat berikut limbah cuciannya yang seolah sengaja dibiarkan mengalir ke areal persawahan dan merusak tanaman warga. Hal ini mengakibatkan hasil pertanian mereka gagal panen. 

“Usaha itu sudah lama mas. Dalam sehari ada puluhan truk pengangkut pasir keluar masuk ke lokasi cucian pasir. Kalau masalah perizinan, saya tidak faham,” ungkap K dan meminta agar namanya tidak disebutkan. 

K mengaku, jika usaha cucian pasir tersebut milik H, seorang pengusaha asal Kabupaten Lamongan.

“Saya tidak tahu pasti mas. Cuma usaha ini sudah lama dan sepertinya tidak ada tindakan. Sebenarnya saya juga resah, karena selain mengganggu, pembuangan limbah cuciannya juga berdampak pada hasil panen,” keluhnya. 

Terpisah, pemilik usaha cucian pasir, H saat dikonfirmasi media ini tidak memberikan tanggapan. Bahkan saat ditanya perihal alat berat yang disinyalir menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar atau dexlite, pihaknya juga tidak merespon. 

Kendati begitu, banyak masyarakat yang mempertanyakan peran pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) dan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKP2P) Kabupaten Tuban atas dugaan pembuangan limbah secara sembarangan dan keluhan masyarakat atas pencemaran lingkungan yang berdampak pada pertanian mereka. 

Editor : Silvy

Berita Terkait

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah
Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak
Kirana Wedding Tuban Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta
Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial
PRPP Edukasi Pemuda Desa di Tuban, Dorong Bijak Bermedia Sosial Tangkal Hoaks
Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular
Terlacak GPS Mobil Rental, Terduga Penipuan Puluhan Korban di Situbondo Ditangkap di Hotel
Haul Ponpes Langitan 2026: Lalu Lintas Ramai Lancar, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Kepulangan Jemaah

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:58 WIB

Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:10 WIB

Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:46 WIB

PRPP Edukasi Pemuda Desa di Tuban, Dorong Bijak Bermedia Sosial Tangkal Hoaks

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:06 WIB

Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular

Berita Terbaru

Exit mobile version