Tuban – Sebuah rumah yang difungsikan sebagai gudang perlengkapan jasa pernikahan di Gang Salak, RT 01/RW 02, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, ludes dilalap si jago merah, Jumat. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari colokan kabel yang terus terpasang.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta setelah berbagai perlengkapan usaha wedding organizer hangus terbakar.
Api Cepat Membesar, Warga Berupaya Memadamkan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui warga bersama petugas Polsek Tuban. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam serta satu armada suplai air dari BPBD Tuban.
Tim pemadam tiba di lokasi sekitar lima menit setelah menerima laporan dan segera melakukan proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.
Penghuni rumah, Edi Nugroho, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui setelah seorang tetangganya yang baru pulang mencari ikan melihat kepulan asap tebal dari dalam rumah.
“Saksi langsung berteriak dan memberitahu saya. Pas saya keluar, asap sudah membumbung tinggi,” ujar Edi.
Edi bersama warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, cuaca panas disertai embusan angin membuat kobaran api cepat membesar sehingga sulit dikendalikan.
Gaun Pengantin hingga Perlengkapan Wedding Hangus
Rumah milik Suntono yang disewa Edi tersebut juga dijadikan gudang penyimpanan aset usaha Kirana Wedding. Berbagai perlengkapan pernikahan, termasuk empat lemari berisi gaun pengantin dan pakaian wedding, tidak berhasil diselamatkan.
“Iya, Mas, mungkin karena baju-baju tersebut yang membuat api cepat membesar,” kata Edi.
Selain gaun pengantin, sejumlah perlengkapan dekorasi dan kebutuhan jasa pernikahan lainnya turut hangus dilalap api.
Damkar: Diduga Berasal dari Percikan Colokan Listrik
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menjelaskan dugaan sementara kebakaran dipicu percikan api dari colokan listrik yang terus terpasang dalam waktu lama.
Percikan tersebut diduga menyambar barang-barang yang mudah terbakar hingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan isi gudang.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi tadi ada ibu-ibu yang sedang beristirahat mengalami syok akibat kejadian ini,” jelas Sutaji usai proses pemadaman.
Menurutnya, respons cepat petugas Damkar berhasil mencegah kobaran api merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, sementara pemilik usaha terus mendata seluruh aset yang musnah. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta. (Az)