Data BNNK Tuban: Jumlah Pengguna Narkoba yang Direhabilitasi Terus Bertambah

- Reporter

Selasa, 14 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kantor BNNK Tuban, Jl. Ronggolawe Kel No.35, Ronggomulyo, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62312, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Menjelang akhir tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban mencatat adanya peningkatan jumlah penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi. Hingga pertengahan Oktober, tercatat 26 orang telah mengikuti proses pemulihan, naik dibanding tahun 2024 yang hanya 20 orang.

Jumlah Penyalahguna Narkoba di Tuban

Ketua BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari, mengungkapkan bahwa dari total peserta rehabilitasi tahun ini, 22 orang merupakan laki-laki dan 4 lainnya perempuan. Berdasarkan kelompok usia, enam di antaranya masih di bawah 18 tahun, sementara sisanya merupakan usia dewasa.
“Ada kenaikan dibanding tahun lalu, termasuk dari kalangan perempuan dan anak di bawah umur,” ujar AKBP Bagus, Selasa (14/10/2025).

Sabu Paling Banyak Disalahgunakan

Ia menambahkan, jenis zat yang paling banyak disalahgunakan adalah sabu dengan total 17 kasus, disusul antimo (5 kasus), carnophen (2 kasus), serta masing-masing 2 kasus pil LL dan 1 kasus pil reklano.
Menurut AKBP Bagus, penanganan terhadap pengedar narkoba tidak dilakukan di tingkat kabupaten, melainkan langsung dikoordinasikan dengan BNN Provinsi Jawa Timur (BNNP).
“Untuk pengedar tidak ada di data kami, karena kasus semacam itu langsung kami koordinasikan ke BNNP,” jelasnya.

Peran Keluarga dan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Lebih lanjut, Bagus menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna yang menjalani rehabilitasi menunjukkan perlunya peran aktif keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Harus ada peran keluarga. Kalau satu anggota keluarga terjerat narkoba, yang terdampak bukan hanya dia, tapi seluruh keluarga. Selain itu, lingkungan juga harus dijaga agar tidak menjadi tempat tumbuhnya pengaruh narkoba,” pesannya.
Peningkatan jumlah peserta rehabilitasi ini menjadi peringatan bagi masyarakat Tuban agar terus memperkuat pengawasan sosial dan pencegahan dini, terutama di tingkat keluarga dan komunitas. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version