Diduga Depresi, Warga Kerek Tuban Ditemukan Tergantung di Rumahnya

- Reporter

Senin, 13 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian dari Polsek Kerek saat melihat kondisi korban usai gantung diri di rumahnya, (Foto: Assayid Anazili/LiputanSatu.id).

TUBAN, JATIM – Diduga karena depresi, seorang pria berinisial S (31), warga Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya. Hal itu sontak membuat masyarakat setempat geger.

Peristiwa yang terjadi pada (12/01), sekitar pukul 22.00 Wib itu pertama kali ditemukan oleh ayahnya yang terbangun dari tidurnya. Melihat S tidak ada dikamar. Selanjutnya, orang tua korban berjalan ke kamar belakang dan mengetahui bahwa korban sudah tergelantung dengan lilitan tali tambang dibagian lehernya.

Kapolsek Kerek, Iptu Kastur membenarkan hal itu. Ia menjelaskan jika korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar berwarna biru dan panjang sekitar 1,5 meter. Dan ditemukan oleh orang tuanya sekitar pukul 22.00 Wib.

“Tali itu dikaitkan pada kuda-kuda rumahnya yang terbuat dari cor beton,” ungkap Iptu Kastur kepada LiputanSatu.id, Senin (13/01/2025).

Mengetahui kondisi S, orang tua korban pun histeris ditengah keheningan malam. Sontak sejumlah warga yang berada di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) berdatangan untuk mencari tahu situasi yang terjadi dari sumber suara.

“Di dalam kamar belakang itu ada andang (tempat untuk memanjat terbuat dari kayu,Red) yang digunakan oleh korban memanjat dan membuat tali untuk digunakan menggantung dirinya,” terangnya.

Melihat hal tersebut ayah korban langsung menghubungi kakak korban W yang selanjutnya melapor ke Polsek Kerek. Berdasarkan laporan pemeriksaan tim medis menegaskan bahwa korban benar-benar meninggal dikarenakan bunuh diri.

Ketika ditanya penyebab korban melakukan hal tersebut, Iptu Kastur menyampaikan bahwa korban tengah depresi. Diduga lantaran S diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pegawai lepas di Bulog Bojonegoro pada bulan lalu.

“Dugaan sementara, korban menganggur dan mengalami depresi setelah diberhentikan dari pekerjaannya,” pungkasnya. (AS/Din).

Editor : Ahmad Muhyiddin

Berita Terkait

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Beberapa Wilayah Situbondo
Kasus Pembunuhan PR di Singgahan Tuban Yang Sempat Gegerkan Warga Akhirnya Diputus Pengadilan
Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA
PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio
Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:52 WIB

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Beberapa Wilayah Situbondo

Senin, 12 Januari 2026 - 17:44 WIB

Kasus Pembunuhan PR di Singgahan Tuban Yang Sempat Gegerkan Warga Akhirnya Diputus Pengadilan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:23 WIB

Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA

Senin, 12 Januari 2026 - 16:04 WIB

PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version