Tuban – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di Kabupaten Tuban. Ironisnya, dua kejadian berlangsung di waktu yang hampir bersamaan pada Kamis (07/08/2025) pagi, di lokasi yang berbeda.
Peristiwa pertama terjadi di halaman Masjid Agung Tuban sekitar pukul 05.30 WIB. Korban, M. Luthfi, warga Desa Cewek, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, memarkir sepeda motor Yamaha Vixion warna putih merah bernomor polisi K 4342 UZ sebelum masuk untuk menunaikan ibadah.
Namun, begitu keluar dari masjid, ia terkejut mendapati kendaraannya telah raib. “Saat hendak keluar dia baru menyadari motornya sudah tidak ada,” kata Kanit Reskrim Polsek Tuban, Ipda Abdul Latif, Sabtu (09/08/2025).
Motor Hilang Saat Korban Tidur
Sekitar satu jam kemudian, pukul 06.30 WIB, pencurian kembali terjadi di Jalan Ronggomulyo, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban. Kali ini korbannya adalah Heri Kristanto Natalia.
Motor Honda Revo bernomor polisi S 3586 IW yang diparkir di teras rumahnya hilang saat ia sedang tidur. “Begitu bangun, motor tersebut sudah tidak ada,” jelas Ipda Latif.
Berdasarkan laporan korban, kerugian akibat pencurian di Masjid Agung mencapai sekitar Rp 8 juta, sedangkan kerugian di Jalan Ronggomulyo sekitar Rp 5 juta. Hingga kini, pelaku dan kedua motor belum ditemukan.
Polisi Libatkan Unit Jatanras Serta Dugaan Modus
Menyadari bahwa kedua kejadian ini terjadi dalam rentang waktu yang singkat, pihak Polsek Tuban segera berkoordinasi dengan Unit Jatanras untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kami telah berkoordinasi dengan Unit Jatanras untuk melakukan pengejaran,” tegas Ipda Latif.
Polisi menduga pelaku memiliki pola pergerakan cepat dan kemungkinan memantau situasi sebelum beraksi. Kedua lokasi pencurian berada di wilayah perkotaan, yang biasanya memiliki lalu lintas warga cukup padat pada pagi hari.
Kasus pencurian kendaraan bermotor di Tuban bukan kali ini saja terjadi. Berdasarkan catatan kepolisian, modus yang sering digunakan pelaku adalah memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir kendaraan tanpa pengaman tambahan atau di area minim pengawasan.
Dalam kasus di Masjid Agung, pelaku kemungkinan memanfaatkan momen saat jamaah tengah fokus beribadah. Sementara pada kasus di Jalan Ronggomulyo, waktu subuh hingga pagi hari kerap menjadi celah karena sebagian warga masih beristirahat.
Imbauan, Harapan Korban Serta Langkah Lanjut
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di tempat umum atau di rumah tanpa pagar. “Bagi yang memarkir motornya, kami imbau untuk menambahkan kunci ganda demi keamanan,” ujar Ipda Latif.
Selain itu, masyarakat diminta segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara warga dan aparat dinilai penting untuk mencegah kasus serupa.
Kedua korban berharap kendaraan mereka dapat segera ditemukan. Aparat saat ini sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mencari petunjuk. Polisi juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan motor yang hilang.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung, dan polisi belum berhasil mengungkap identitas terduga pelaku.(Az)
Editor : Kief












