Situbondo – Kabar gembira datang untuk para nelayan dan pelaku UMKM pengolahan ikan di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej) menghadiahkan dua inovasi teknologi yang digagas langsung oleh mahasiswa Unej: Fish Light (alat pemikat ikan) dan Smart Fish Dryer (alat pengering ikan modern).
Inovasi Mahasiswa Unej untuk Nelayan Seletreng
Ketua Umum BEM FEB Unej, Rustrio Wichaksono, menjelaskan bahwa dua alat tersebut lahir dari hasil penelitian dan pengembangan mahasiswa selama masa magang.
Fish Light berfungsi menarik perhatian ikan melalui cahaya, sehingga memudahkan nelayan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Sementara Smart Fish Dryer mampu mengeringkan ikan hanya dalam enam jam, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional yang membutuhkan waktu hingga dua hari.
“Fish light ini diharapkan membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Sedangkan smart fish dryer mempercepat proses pengeringan ikan, bahkan saat musim hujan,” ujar Rustrio.
Menjawab Masalah Tangkapan Minim dan Proses yang Lama
Menurut Rustrio, bantuan ini diberikan karena Desa Seletreng merupakan salah satu sentra produksi ikan kering, namun nelayan kerap menghadapi hasil tangkapan minim.
Biasanya, sekali melaut mereka hanya mendapatkan sekitar 2 kilogram ikan, dan maksimal 5 kilogram di musim ikan.
Teknologi pemikat ikan dan pengering modern ini diharapkan bisa mengatasi dua masalah besar sekaligus:
• Hasil tangkapan yang sedikit
• Proses pengeringan ikan yang bergantung cuaca
Grand Launching Program Inovasi Pesisir
Penyerahan alat dilakukan pada acara Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut untuk Kemandirian Pangan yang berlangsung di Balai Desa Seletreng.
Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada Unej.
“Terima kasih, alat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Nelayan bisa menangkap ikan lebih maksimal dan pelaku UMKM dapat memproduksi ikan kering lebih cepat,” ungkapnya.
Respons Hangat dari Nelayan dan Pelaku UMKM
Para penerima bantuan juga menyampaikan ungkapan terima kasih, termasuk Fathan, perwakilan nelayan Seletreng.
“Semoga penggunaan alat ini menambah hasil tangkapan kami. Kalau bisa, ke depan mahasiswa Unej membantu membuat kapal,” ujarnya tersenyum.
Hal senada disampaikan Ibu Bai, pengolah ikan kering.
“Dengan alat pengering ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Terima kasih banyak,” ucapnya penuh haru.
Inovasi teknologi karya mahasiswa Unej ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesisir dan meningkatkan nilai tambah hasil laut, terutama di desa-desa nelayan yang selama ini belum tersentuh teknologi modern. (Fia)
Editor : Kief












