Dukung Kemandirian Ekonomi Pesisir, BEM FEB Unej Serahkan Teknologi Pengolahan Ikan ke Nelayan Seletreng

- Reporter

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut di Balai Desa Seletreng,  (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut di Balai Desa Seletreng, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kabar gembira datang untuk para nelayan dan pelaku UMKM pengolahan ikan di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej) menghadiahkan dua inovasi teknologi yang digagas langsung oleh mahasiswa Unej: Fish Light (alat pemikat ikan) dan Smart Fish Dryer (alat pengering ikan modern).

Inovasi Mahasiswa Unej untuk Nelayan Seletreng

Ketua Umum BEM FEB Unej, Rustrio Wichaksono, menjelaskan bahwa dua alat tersebut lahir dari hasil penelitian dan pengembangan mahasiswa selama masa magang.
Fish Light berfungsi menarik perhatian ikan melalui cahaya, sehingga memudahkan nelayan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Sementara Smart Fish Dryer mampu mengeringkan ikan hanya dalam enam jam, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional yang membutuhkan waktu hingga dua hari.
“Fish light ini diharapkan membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Sedangkan smart fish dryer mempercepat proses pengeringan ikan, bahkan saat musim hujan,” ujar Rustrio.

Menjawab Masalah Tangkapan Minim dan Proses yang Lama

Menurut Rustrio, bantuan ini diberikan karena Desa Seletreng merupakan salah satu sentra produksi ikan kering, namun nelayan kerap menghadapi hasil tangkapan minim.
Biasanya, sekali melaut mereka hanya mendapatkan sekitar 2 kilogram ikan, dan maksimal 5 kilogram di musim ikan.
Teknologi pemikat ikan dan pengering modern ini diharapkan bisa mengatasi dua masalah besar sekaligus:
• Hasil tangkapan yang sedikit
• Proses pengeringan ikan yang bergantung cuaca

Grand Launching Program Inovasi Pesisir

Penyerahan alat dilakukan pada acara Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut untuk Kemandirian Pangan yang berlangsung di Balai Desa Seletreng.
Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada Unej.
“Terima kasih, alat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Nelayan bisa menangkap ikan lebih maksimal dan pelaku UMKM dapat memproduksi ikan kering lebih cepat,” ungkapnya.

Respons Hangat dari Nelayan dan Pelaku UMKM

Para penerima bantuan juga menyampaikan ungkapan terima kasih, termasuk Fathan, perwakilan nelayan Seletreng.
“Semoga penggunaan alat ini menambah hasil tangkapan kami. Kalau bisa, ke depan mahasiswa Unej membantu membuat kapal,” ujarnya tersenyum.
Hal senada disampaikan Ibu Bai, pengolah ikan kering.
“Dengan alat pengering ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Terima kasih banyak,” ucapnya penuh haru.

Inovasi teknologi karya mahasiswa Unej ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesisir dan meningkatkan nilai tambah hasil laut, terutama di desa-desa nelayan yang selama ini belum tersentuh teknologi modern. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee