Gempa M4,4 Guncang Klaten, Dua Warga Luka dan Belasan Rumah Rusak

- Reporter

Selasa, 27 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Klaten – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang berpusat di wilayah timur Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, turut berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/01/2026) pukul 13.15.32 WIB dan dirasakan cukup kuat oleh warga.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi Jawa Tengah, gempa tercatat berada pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer. Intensitas guncangan mencapai III MMI, disertai 22 kali gempa susulan.

Korban Luka dan Kerusakan Bangunan

Akibat guncangan tersebut, dua warga Kabupaten Klaten dilaporkan mengalami luka sedang dan harus mendapatkan perawatan medis. Korban saat ini dirawat di RS Bhayangkara Yogyakarta dan RS Bagas Waras Klaten.

Selain korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga. Data sementara mencatat satu unit rumah mengalami kerusakan sedang dan 17 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan, yakni SMK Negeri 1 Gantiwarno, yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Total estimasi kerugian material akibat gempa tersebut mencapai Rp15.745.000.

Respons Cepat BPBD dan Instansi Terkait

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD bersama unsur terkait segera melakukan kaji cepat di lokasi terdampak guna memastikan kondisi korban dan tingkat kerusakan. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk evakuasi dan penanganan medis terhadap korban luka.

Hingga laporan ini disusun, kondisi di lapangan dinyatakan terkendali, meski masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. BPBD Provinsi Jawa Tengah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau warga agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah maupun petugas kebencanaan. (Ron)

Editor : Kief

Berita Terkait

Didemo Warga, Isu Legalitas Cucian Pasir Pantura Tuban Menguat, Pihak Pengelola Bungkam
Siswi SD di Mangaran Situbondo Jadi Korban Penjambretan, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Asyik Bersantai di Pinggir Pantai, Lima Pelajar Di Situbondo Dibawa Satpol PP
MBG Tuban: Dapur SPPG Tanpa IPAL Standar, Siapa Loloskan Operasionalnya?
Dana Pusat Belum Cair, Lima Dapur MBG di Tuban Hentikan Operasional Sementara
Polres Tuban Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Fokus Tekan Fatalitas Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Tolak Outlet Miras 23 HWG, Ketua Komisi II DPRD Tuban Diserang Buzzer
Cekcok Rumah Tangga, Pria di Situbondo Mengamuk Bacok Istri Hamil dan 5 Orang Tetangga

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:17 WIB

Didemo Warga, Isu Legalitas Cucian Pasir Pantura Tuban Menguat, Pihak Pengelola Bungkam

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:06 WIB

Siswi SD di Mangaran Situbondo Jadi Korban Penjambretan, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:44 WIB

Asyik Bersantai di Pinggir Pantai, Lima Pelajar Di Situbondo Dibawa Satpol PP

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:59 WIB

MBG Tuban: Dapur SPPG Tanpa IPAL Standar, Siapa Loloskan Operasionalnya?

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:23 WIB

Dana Pusat Belum Cair, Lima Dapur MBG di Tuban Hentikan Operasional Sementara

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version