Trenggalek – Suasana pagi warga Trenggalek mendadak berubah mencekam. Getaran gempa bumi terasa cukup kuat hingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, Selasa pagi (27/01/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.
Gempa tersebut diketahui berkekuatan magnitudo 5,5 dengan pusat gempa berada di wilayah Pacitan, Jawa Timur. Getaran dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Trenggalek, Tulungagung, Malang, hingga Ponorogo.
Getaran Mengejutkan, Warga Selamatkan Diri
Sejumlah warga mengaku sempat terkejut saat gempa terjadi. Perabot rumah bergoyang, pintu dan jendela bergetar, membuat warga memilih keluar bangunan demi keselamatan.
Di beberapa sekolah dan perkantoran, aktivitas sempat terhenti. Pelajar dan pegawai terlihat berkumpul di halaman terbuka sambil menunggu situasi kembali aman.
“Getarannya terasa jelas, cukup lama. Kami langsung keluar rumah,” ujar salah satu warga Trenggalek.
Kerusakan Ringan Dilaporkan
Selain kepanikan warga, gempa juga menyebabkan kerusakan ringan di beberapa lokasi. Salah satunya terjadi di Kantor Kecamatan Dongko, di mana bagian atap dilaporkan runtuh akibat guncangan.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan tertimpa material bangunan. Para korban langsung mendapatkan penanganan awal oleh petugas setempat.
BPBD Kabupaten Trenggalek hingga kini masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan.
Data Resmi BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data resmi terkait gempa yang terjadi pagi tadi.
• Waktu kejadian: Selasa, 27 Januari 2026 pukul 08.20.44 WIB
• Magnitudo: 5,5
• Koordinat: 8,14° Lintang Selatan – 111,33° Bujur Timur
• Pusat gempa: 25 km timur laut Pacitan, Jawa Timur
• Kedalaman: sekitar 105 km
• Potensi tsunami: Tidak berpotensi tsunami
BMKG menyebut gempa ini merupakan gempa tektonik menengah akibat aktivitas deformasi batuan di zona subduksi selatan Pulau Jawa.
Tak hanya Trenggalek, gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Tulungagung, Malang, Blitar, Ponorogo, Madiun, bahkan hingga Bali bagian selatan. Meski demikian, belum ada laporan kerusakan berat dari daerah-daerah tersebut.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Masyarakat juga diingatkan untuk hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah guna menghindari hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan. (Ron)
Catatan Redaksi
Indonesia berada di wilayah rawan gempa karena terletak di pertemuan lempeng tektonik aktif. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana alam.
Editor : Kief