Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Hari Bumi di Tuban Diwarnai Aksi Mahasiswa, Soroti Maraknya Tambang Ilegal

- Reporter

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa PMII melakukan aksi simbolik penanaman pohon saat demonstrasi peringatan Hari Bumi di depan Kantor Pemkab Tuban, Rabu (22/4/2026). Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap maraknya tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Sejumlah mahasiswa PMII melakukan aksi simbolik penanaman pohon saat demonstrasi peringatan Hari Bumi di depan Kantor Pemkab Tuban, Rabu (22/4/2026). Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap maraknya tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Peringatan Hari Bumi di Kabupaten Tuban, Rabu (22/04/2026), diwarnai aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Aksi tersebut menjadi bentuk peringatan sekaligus kritik terhadap tata kelola pertambangan di “Bumi Wali” yang dinilai semakin tidak terkendali.
Koordinator aksi, Rofik Wahyudin, mengatakan demonstrasi itu lahir dari keresahan masyarakat yang terdampak langsung aktivitas tambang. Ia menyoroti persoalan debu yang mengganggu pengguna jalan hingga kerusakan infrastruktur desa akibat lalu lalang truk pengangkut material.
“Keluhan warga terus berdatangan. Debu tambang sangat mengganggu, dan jalan desa rusak karena dilintasi truk setiap hari,” ujarnya.
Tak hanya itu, dampak lingkungan yang lebih luas juga mulai dirasakan. PMII menyoroti penurunan debit air di sejumlah wilayah, salah satunya di Kecamatan Rengel yang disebut mulai mengalami krisis air secara bertahap.
“Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa sangat serius bagi Tuban dalam 10 tahun ke depan,” tegasnya.
Masalah keselamatan juga menjadi sorotan. Di wilayah Montong dan Bancar, material tambang yang tercecer di jalan kerap memicu kecelakaan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, insiden di area tambang disebut telah menelan korban jiwa di sejumlah kecamatan seperti Rengel dan Semanding.

Data Tambang Berbeda, Pengawasan Dipertanyakan

Berdasarkan data yang dihimpun PMII, terdapat sekitar 123 titik tambang di Tuban. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 12 yang memiliki izin resmi, 61 tambang masih tahap eksplorasi, sementara sekitar 50 lainnya diduga ilegal.
“Kami menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama. Tambang ilegal tumbuh seperti jamur di musim hujan,” kata Rofik.
Namun, data tersebut berbeda dengan catatan Pemerintah Kabupaten Tuban. Menanggapi hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tuban, Agus Wijaya, menyampaikan bahwa kewenangan perizinan pertambangan berada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Meski demikian, Pemkab Tuban tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap aktivitas tambang.
Menurut data Pemkab, terdapat 90 titik tambang berizin dan 19 titik tidak berizin. Dari tambang berizin tersebut, sebanyak 29 masih dalam tahap eksplorasi dan belum diperbolehkan berproduksi, sementara sisanya telah memasuki tahap eksploitasi.
“Ke depan, kami akan duduk bersama mahasiswa untuk menyinkronkan data serta membahas tata kelola pertambangan yang lebih baik,” ujar Agus.
Perbedaan data ini memunculkan pertanyaan di tengah publik terkait validitas pendataan serta efektivitas pengawasan di lapangan. Aktivitas tambang, terutama yang menggunakan alat berat dan mobilisasi material besar, dinilai sulit luput dari pengamatan.

Ancaman Lingkungan dan Sosial Mengintai

Kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali dinilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang. Penurunan debit air menjadi salah satu indikator awal terganggunya keseimbangan lingkungan.
Selain itu, kerusakan jalan desa akibat kendaraan tambang juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa pengendalian yang ketat, bukan tidak mungkin Tuban akan menghadapi krisis lingkungan dalam beberapa tahun ke depan, termasuk potensi krisis air bersih dan konflik sosial di tingkat lokal.

Regulasi Tegas, Penegakan Jadi Kunci

Secara aturan, aktivitas pertambangan tanpa izin melanggar regulasi mineral dan batubara (minerba) dan dapat dikenai sanksi pidana hingga lima tahun penjara serta denda maksimal Rp100 miliar.
Namun demikian, implementasi di lapangan menjadi faktor penentu. Tanpa pengawasan dan penindakan tegas, keberadaan tambang ilegal akan terus berulang dan sulit dikendalikan.

Aksi demonstrasi ditutup dengan simbolisasi penanaman pohon oleh massa aksi. Aksi teatrikal tersebut menjadi pesan kuat atas kondisi lingkungan Tuban yang dinilai semakin tergerus aktivitas tambang.
Momentum Hari Bumi ini pun diharapkan tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan menjadi titik awal perbaikan tata kelola lingkungan dan pertambangan di Kabupaten Tuban. (Az)

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id