Hendak Curi Sound System, Remaja SMP di Lamongan Tewas Usai Tabrak Pagar Rumah Warga, Motor Ringsek

- Reporter

Rabu, 6 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat petugas dari Polres Lamongan saat melihat kondisi JT di Rumah Sakit usai mengalami kecelakaan, (Ist).

Terlihat petugas dari Polres Lamongan saat melihat kondisi JT di Rumah Sakit usai mengalami kecelakaan, (Ist).

Lamongan – Nasib sial dialami oleh JT, remaja berusia 14 tahun asal Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Pasalnya, ia tewas setelah menabrak pagar rumah milik warga di Kecamatan Sukodadi setelah kepergok warga hendak curi sound system.

JT yang merupakan siswa kelas 2 SMP di Lamongan tersebut mengalami kecelakaan saat motor bernomor polisi S-5845-LQ yang dikendarai oleng setelah melintasi polisi tidur dan akhirnya menabrak pagar rumah warga.

Informasi yang dihimpun media ini, perilaku JT yang mengendarai sepeda motor berkecepatan tinggi tersebut dikarenakan, dirinya dikejar oleh warga setelah diketahui hendak mencuri sound system di rumah Faisal Budi Wahyono (38), warga Desa Sukodadi.

Dari keterangan warga, jika JT hendak mencuri di rumah Faisal Budi Wahyono, mengetahui ada seseorang yang mencurigainya, JT kemudian mengurungkan niatnya dan kabur menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario miliknya.

Dengan kondisi panik, JT langsung tancap gas. Sesampainya di simpang tiga desa setempat, motor korban melintasi polisi tidur dan langsung oleng. Diduga Tak kuasa mengontrol laju kendaraannya, sehingga menabrak pagar rumah warga.

Kapolsek Sukodadi, AKP M Lazib, melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, JT diduga hendak mencuri di rumah warga. Karena ada tetangganya yang memergoki, korban langsung kabur.

“Ada warga yang mengetahui gerak gerik mencurigakan dari korban ini. Karena dirasa ada yang memergokinya, korban kembali ke motornya, lalu kabur,” ungkapnya.

Karena panik, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi diduga tidak mengetahui kalau terdapat polisi tidur di simpang tiga desa setempat, sehingga mengakibatkan kendaraanya oleh dan menabrak pagar rumah warga.

“Setelah menabrak pagar rumah warga, JT juga terpental hingga masuk ke selokan,” terang Ipda M. Hamzaid.

Dari peristiwa tersebut, korban tidak sadarkan diri. Warga yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban dan membawanya ke Puskesmas Sukodadi. Karena luka yang dialami korban cukup parah, sehingga dirujuk RS Muhammadiyah Lamongan.

“Setelah sampai di RS Muhammadiyah Lamongan, nyawa korban tidak dapat tertolong dan akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengalami kesulitan dalam menemukan identitas korban. Namun saat dilakukan penelusuran dari motor yang digunakan, diketahui bahwa korban berinisial JT dan masih berstatus sebagai pelajar SMP di Kecamatan Pucuk.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB