Hujan Deras 5 Jam, Longsor di Jalur Madiun-Telaga Ngebel Ponorogo Tutup Akses Jalan

- Reporter

Rabu, 29 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur utama Madiun menuju telaga Ngebel, Ponorogo mengalami longsor (Ist).

Jalur utama Madiun menuju telaga Ngebel, Ponorogo mengalami longsor (Ist).

MEDIUN, JATIM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Madiun selama lima jam menyebabkan tanah longsor di jalur utama menuju Telaga Ngebel, Ponorogo, melalui Kecamatan Kare. Material tanah dan batu menutup akses utama dari Kecamatan Kare ke destinasi wisata andalan Ponorogo tersebut.

“Longsor terjadi akibat hujan deras sejak pukul 11.00 WIB hingga sore hari kemarin (Selasa). Material tanah dan batu menutup jalan pada petang hari,” ujar Danramil Kare Kapten Suyono saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2025).

Menurut Suyono, longsor yang berasal dari tebing Gunung Wilis ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan ketinggian sekitar 30 meter. Akibatnya, akses jalan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.

“Untuk sementara, jalan hanya bisa dilalui sepeda motor,” tambahnya.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta warga setempat pagi ini mulai melakukan pembersihan. “Kami bersama TNI-Polri dan BPBD, serta warga, sedang melakukan pembersihan material longsor,” jelas Suyono.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo, Warga Diminta Waspada

Banjir dan Longsor di Beberapa Wilayah Madiun

Sebelumnya, hujan deras yang melanda kawasan Gunung Wilis juga menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Madiun. Banjir melanda Kecamatan Saradan dan Mejayan, bahkan merendam sejumlah rumah warga pada Selasa malam (28/1/2025).

“Betul, terjadi banjir dan longsor akibat hujan deras di sisi selatan Gunung Wilis, termasuk Saradan dan Mejayan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis.

Tim BPBD masih melakukan pendataan dampak banjir dan pengecekan lokasi untuk langkah penanganan lebih lanjut.(Pur/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee