Jadi Rujukan Peneliti Dunia, Museum Kambang Putih Tuban Justru Minim Dukungan

- Reporter

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski minim dukungan dari pemerintah, museum Kambang Putih Tuban tetap eksis dikalangan pelajar,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Meski minim dukungan dari pemerintah, museum Kambang Putih Tuban tetap eksis dikalangan pelajar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Saat ruang budaya di banyak daerah mulai kehilangan peminat akibat pergeseran ke aktivitas digital, Museum Kambang Putih Tuban justru menunjukkan ketahanan yang jarang dimiliki lembaga serupa. Setiap pekan, museum ini tetap dibanjiri pelajar dari berbagai jenjang. Namun ironi muncul: geliat tersebut tidak diimbangi dukungan memadai dari pemerintah daerah.
Pantauan LiputanSatu.id menunjukkan, museum yang berlokasi di Jl. RA Kartini No. 03, Kutorejo, Tuban itu hampir setiap hari menjadi tujuan edukasi siswa TK hingga SMA. Kunjungan tersebut bukan hanya rekreasi, melainkan bagian dari program wajib dari Dinas Pendidikan Tuban.
“Dari TK sampai SMA sering datang ke sini. Memang diwajibkan berkunjung oleh dinas pendidikan,” ujar Gilang Winarno, pengelola Museum Kambang Putih, saat ditemui LiputanSatu.id.

Kerja Sama Sejak 2019, Dukungan Pemkab Masih Minim

Gilang menjelaskan bahwa kerja sama museum dengan Pemkab Tuban sudah berjalan sejak 2019. Namun, di balik kemitraan tersebut, kebutuhan paling mendasar—mulai dari sumber daya manusia hingga dukungan untuk penyelenggaraan pameran—masih jauh dari ideal.
“Ada program edukasi, pameran, dan lomba. Tetapi soal SDM, kami masih kurang. Kalau ada pameran, sering tidak ada support memadai,” ungkapnya.
Minimnya dukungan ini berbanding terbalik dengan besarnya tanggung jawab museum dalam merawat dan menampilkan ribuan koleksi sejarah Tuban. Berdasarkan data, Museum Kambang Putih menyimpan 5.774 koleksi yang mulai dikumpulkan sejak 1984. Pada 1996, museum dipindah ke lokasi sekarang agar lebih mudah diakses masyarakat.

Diakui Peneliti Mancanegara

Meski perhatian pemerintah daerah masih minim, sejumlah peneliti dan kurator mancanegara justru menjadikan Museum Kambang Putih sebagai rujukan riset.
“Bahkan ada kurator dari Australia yang datang ke museum Kambang Putih untuk memberikan ilmu kepada staf museum,” tutur Gilang.
Tak hanya itu, peneliti dari Prancis hingga Inggris juga pernah melakukan riset, termasuk penelitian terkait situs Watu Tiban dan Kalpataru. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai historis museum sebenarnya sangat tinggi, namun belum diimbangi dengan perhatian serius dari pihak pemerintah.

Kunjungan Fluktuatif, Bergantung Program Pendidikan

Jumlah pengunjung setiap hari cenderung fluktuatif. Kadang museum dipadati hingga empat rombongan sekolah, namun di hari lain hanya puluhan pelajar dan masyarakat umum.
“Tidak menentu. Kadang sehari tiga sekolah, kadang satu,” ujarnya.

Agar museum tidak sekadar menjadi gudang artefak, pengelola menjalankan beragam program kreatif. Mulai dari Belajar Bersama Museum hingga lomba koleksi bersama komunitas Tuban Bercerita.
“Anak kecil daya ingatnya cepat, jadi kita buat program yang membuat mereka dekat dengan museum,” jelas Gilang.
Program-program ini terbukti menjaga minat pelajar dan memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi budaya.

Ikon Sejarah yang Semestinya Diutamakan

Dengan ribuan koleksi, kunjungan pelajar yang stabil, serta atensi peneliti internasional, Museum Kambang Putih sejatinya berpotensi menjadi ikon edukasi sejarah Tuban. Namun sampai kini museum masih berjalan dengan berbagai keterbatasan yang seharusnya bisa diatasi.
“Museum ini rumahnya sejarah Tuban. Kami berharap bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Gilang. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee