Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

- Reporter

Jumat, 17 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak parah di jalur Merakurak–Jenu, Tuban, dipenuhi lubang besar dan genangan air saat dilintasi truk bermuatan berat, memicu kekhawatiran keselamatan pengguna jalan, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Kerusakan ruas jalan penghubung Kecamatan Merakurak–Jenu kembali menuai sorotan publik. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan, terutama pada malam hari saat minim penerangan. Sejumlah kecelakaan lalu lintas pun dilaporkan kerap terjadi di jalur tersebut.

Jalan yang kerap dijadikan jalur pintas itu merupakan akses vital penunjang aktivitas industri di kawasan setempat. Sejumlah perusahaan besar beroperasi di sepanjang jalur tersebut, termasuk PT Sumber Aneka Gas (SAG) Tuban.
Perusahaan tersebut merupakan bagian dari PT Super Energy Tbk (SURE), yang mengelola stasiun pengolahan gas di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.
Fasilitas milik SAG yang beroperasi sejak Januari 2025 itu mengolah gas dari Lapangan Sumber milik PHE Tuban East Java (TEJ) menjadi Compressed Natural Gas (CNG). Aktivitas ini turut mendorong tingginya mobilitas kendaraan berat di kawasan tersebut.

PT SAG Klaim Sudah Lakukan Perbaikan

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak PT SAG melalui Government Relation (Govrel), Maria Magdalena, menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan perbaikan jalan sebagai bentuk tanggung jawab operasional.
“Sebagai bentuk kepedulian, kami sudah melakukan perbaikan sebanyak tiga kali. Namun perlu dilihat secara objektif, kerusakan tidak semata-mata disebabkan oleh kendaraan kami,” ujarnya kepada liputansatu.id, Jumat (17/04/2026).
Maria menegaskan, kerusakan jalan justru banyak ditemukan di sisi selatan area pabrik, sementara armada perusahaan lebih dominan melintas ke arah utara menuju wilayah Jenu sejak 19 Januari 2026. Selain itu, jalur tersebut juga digunakan oleh berbagai pihak lain.

Aktivitas Tambang dan Logistik Ikut Disorot

Menurutnya, kendaraan dari aktivitas pertambangan ilegal serta distribusi logistik turut berkontribusi terhadap kerusakan jalan. Muatan material tambang yang melebihi kapasitas dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Yang melintas di jalur ini bukan hanya kami. Ada kendaraan dari sektor tambang di wilayah Singgahan, Montong, dan Merakurak, serta distribusi dari Pertamina. Jadi tidak tepat jika kerusakan hanya dibebankan kepada satu pihak,” imbuhnya.

Wacana Portal Jalan untuk Batasi Kendaraan Berat

Sebagai langkah antisipatif, muncul wacana pemasangan portal jalan guna membatasi kendaraan bertonase tinggi agar tidak bebas melintas. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi solusi sementara untuk menekan laju kerusakan.
“Informasi yang kami terima, dalam waktu dekat akan dipasang portal. Namun, bagi perusahaan yang telah mengantongi izin khusus dari pemerintah daerah kemungkinan akan tetap difasilitasi,” tambahnya.

Polisi Tunggu Rapat Koordinasi Lintas Instansi

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Tuban melalui Kanit Turjagwali, Risky Dwi Prasetyo, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat koordinasi lintas instansi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kami menunggu hasil rapat koordinasi dengan dinas terkait setelah momentum Iduladha. Apapun keputusannya, kami siap menjalankan sesuai tugas dan fungsi, termasuk penegakan hukum di lapangan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan menyeluruh atas kerusakan jalan Merakurak–Jenu. Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) juga belum menyampaikan sikap terbuka kepada publik.
Kondisi ini memunculkan persepsi lambannya respons pemerintah di tengah meningkatnya risiko keselamatan pengguna jalan.

Harapan Warga: Solusi Terintegrasi, Bukan Tambal Sulam

Masyarakat berharap adanya langkah konkret dan terintegrasi dari pemerintah bersama pihak industri. Penanganan yang komprehensif dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Tanpa intervensi serius, jalan Merakurak–Jenu berpotensi terus menjadi titik rawan kecelakaan sekaligus simbol lemahnya tata kelola infrastruktur di tengah geliat industri yang terus berkembang. (Aj)

Berita Terkait

Viral Video 18 Detik! Siswa SMP di Tuban Dikeroyok Teman Sendiri
Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian
Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma
Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru
135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya
Bocah 5 Tahun di Panarukan Situbondo Hilang Saat Main di Halaman Rumah
Kasus 840 Tabung Masih Misterius, LPG Ilegal Kembali Muncul di Tuban
Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:08 WIB

Viral Video 18 Detik! Siswa SMP di Tuban Dikeroyok Teman Sendiri

Jumat, 17 April 2026 - 15:57 WIB

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 April 2026 - 14:45 WIB

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 April 2026 - 14:33 WIB

Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru

Jumat, 17 April 2026 - 14:22 WIB

Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

Berita Terbaru

Pemerintah

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:45 WIB

Advertisement
Exit mobile version