Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Jalur Widang–Rengel Jadi Ancaman Keselamatan Pengendara, Warga Tuban Tambal Jalan Berlubang

- Reporter

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan penghubung Widang-Rengel dalam kondisi rusak parah dan bisa membahayakan pengguna jalan.

Kondisi jalan penghubung Widang-Rengel dalam kondisi rusak parah dan bisa membahayakan pengguna jalan.

Tuban — Ruas jalan penghubung Kecamatan Widang–Rengel di Kabupaten Tuban berubah menjadi ancaman bagi pengguna jalan. Puluhan lubang dengan ukuran bervariasi tersebar di sepanjang badan jalan, memicu kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.

Kondisi paling parah terlihat di wilayah Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang. Lubang berdiameter 10 hingga 50 sentimeter dengan kedalaman mencapai 5 hingga 10 sentimeter menganga di banyak titik, cukup untuk mengganggu keseimbangan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi pengendara, kerusakan ini bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, melainkan risiko nyata. Genangan air yang menutup permukaan jalan membuat lubang tak terlihat, diperparah minimnya penerangan di malam hari.

“Sudah sering ada yang jatuh, apalagi malam hari. Lampu penerangan minim, jadi lubangnya tidak kelihatan,” ujar Ahmad, warga setempat.

Risiko Nyata, Penanganan Lambat

Kerusakan jalan disebut telah berlangsung lama dan kian memburuk saat musim hujan. Air yang menggenang tidak hanya mempercepat kerusakan, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan.

Di tengah kondisi tersebut, warga memilih bertindak sendiri. Sejumlah titik lubang ditambal secara swadaya sebagai upaya darurat untuk mengurangi risiko.

“Ada yang ditambal sendiri oleh warga karena sudah membahayakan,” kata Ahmad.

Langkah swadaya ini menjadi penanda bahwa risiko di lapangan sudah melampaui batas toleransi warga.

Jalur Vital, Perbaikan Dipertanyakan

Keluhan juga datang dari Murtono, warga lainnya. Ia menilai jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa kecamatan, namun tidak mendapat penanganan maksimal.

“Ini jalur penting, tapi rusaknya sudah lama. Harusnya diperbaiki total, bukan tambal sulam. Apa harus ada korban dulu baru ditangani serius?” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan keresahan warga atas pola penanganan yang dinilai reaktif, bukan preventif.

Respons Pemerintah dan Batasannya

Camat Widang, Suwarsono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat. Ruas jalan tersebut, menurut dia, telah masuk dalam rencana pemeliharaan tahun anggaran 2026.

Sebagai langkah awal, pemerintah melakukan penambalan di sejumlah titik.

“Hari ini sudah mulai penambalan, dimulai dari wilayah Plumpang dan dilanjutkan ke Widang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban, Agung Supriyadi, menyebut pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar melalui APBD 2026.

Namun, perbaikan hanya difokuskan pada peningkatan kualitas jalan di titik kerusakan terparah sepanjang sekitar satu kilometer tanpa pelebaran ruas jalan.

“Tidak ada pelebaran, hanya peningkatan kualitas jalan,” ujarnya.

Menunggu Kepastian, Risiko Tetap Berjalan

Meski anggaran telah disiapkan, hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan perbaikan secara menyeluruh.

Di sisi lain, warga masih harus berhadapan dengan risiko setiap kali melintas di jalur tersebut, sebuah kondisi yang memperlihatkan jarak antara perencanaan kebijakan dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Selama kepastian itu belum datang, jalan Widang–Rengel akan tetap menjadi “jebakan” bagi pengguna jalan dan ancaman bagi pengendara, dan tambalan swadaya warga hanya menjadi solusi sementara atas persoalan yang lebih besar.

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
Viral Langgar TKA, SMKN 1 Tuban : Itu Hanya Flayer Ucapan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu