Tuban – Rentetan peristiwa kebakaran di Kabupaten Tuban kembali terjadi. Kali ini, sebuah toko parfum di Kelurahan Latsari dilalap api pada Kamis sore (23/04/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.
Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh percikan api dari korek saat salah satu pekerja hendak merokok di dalam toko yang menyimpan bahan mudah terbakar.
Cindy (23), salah satu pekerja, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula ketika rekannya, Bagus (25), menyalakan korek api.
“Tadi Mas Bagus memantik api mau merokok, terus terjadi kebakaran. Di sini banyak etanol untuk buat parfum,” ujarnya kepada awak media.
Bahan Alkohol Picu Api Cepat Membesar
Diketahui, toko tersebut menyimpan bahan dasar parfum berupa etanol yang sangat mudah terbakar. Akibatnya, api dengan cepat menyambar dan membesar dalam waktu singkat.
Dalam kejadian itu, Bagus, warga Desa Boto, Kecamatan Semanding, mengalami luka bakar. Sementara itu, Dian (21), pekerja lain asal Kelurahan Perbon, mengalami syok.
Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk mendapatkan penanganan medis.
Damkar Gerak Cepat, Api Padam dalam 10 Menit
Plt. Kasatpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 15.10 WIB.
Petugas segera merespons dengan menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari pos Mako.
“Pukul 15.20 api sudah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan,” jelasnya.
Pengusaha Diminta Urus SLF dan Siapkan APAR
Menyikapi maraknya kebakaran, Sutaji mengimbau para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek keselamatan.
Ia menekankan pentingnya memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) guna memastikan standar keamanan bangunan usaha terpenuhi.
Selain itu, setiap tempat usaha juga diharapkan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan jika terjadi kebakaran.
“Jika terjadi kejadian seperti ini, bisa segera dipadamkan sebelum petugas datang,” imbaunya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Total kerugian akibat insiden tersebut juga belum dapat dipastikan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama dalam menyimpan bahan mudah terbakar, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api di area berisiko tinggi. (Az)