Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Kelangkaan LPG 3 Kg di Kampung Nelayan Tuban, Warga Antre hingga Kembali Pakai Kayu Bakar

- Reporter

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga kampung nelayan di Tuban mengantre panjang membawa tabung LPG 3 kg di tengah kelangkaan pasokan, sementara sebagian terpaksa memasak menggunakan kayu bakar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga kampung nelayan di Tuban mengantre panjang membawa tabung LPG 3 kg di tengah kelangkaan pasokan, sementara sebagian terpaksa memasak menggunakan kayu bakar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kelangkaan LPG 3 kilogram masih dirasakan warga kampung nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada gas bersubsidi tersebut.
Syafi’i (54), warga Sidomulyo, mengaku kesulitan memperoleh pasokan LPG untuk menunjang usahanya sebagai pengolah pindang ikan. Dalam kondisi normal, ia membutuhkan dua tabung setiap hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir distribusi kerap terlambat hingga empat sampai lima hari.
Akibatnya, ia harus mengantre sejak pagi di pangkalan LPG. Selain itu, harga di tingkat pengecer juga sempat mengalami kenaikan signifikan.
“Biasanya Rp20 ribu sampai Rp21 ribu, sempat naik jadi Rp25 ribu sampai Rp27 ribu. Saya antre dari jam 8 pagi,” ungkapnya.

Harga Sempat Naik, Warga Berburu ke Toko Kelontong

Untuk memenuhi kebutuhan, Syafi’i terpaksa berkeliling ke sejumlah toko kelontong. Ia bahkan sempat menemukan harga yang lebih rendah, sekitar Rp15 ribu per tabung, yang diduga terjadi karena kesalahan penjual di tengah tingginya permintaan.
Keluhan serupa disampaikan Inawaroh, warga Kelurahan Karangsari. Ia menyebut selama lima hari terakhir LPG 3 kilogram tidak tersedia di wilayahnya, sehingga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.
“Sudah antre dari jam 7 pagi, tapi tidak dapat. Pulang hanya bawa tabung kosong,” ujarnya.

Pangkalan Sebut Stok Ada, Tapi Permintaan Meledak

Sementara itu, pemilik pangkalan LPG, Andi Mustami, menjelaskan bahwa stok sebenarnya tidak mengalami kekurangan. Namun, lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir membuat pasokan cepat habis setelah didistribusikan.
“Barang datang langsung habis, biasanya dalam dua jam sudah ludes. Ini baru tiga hari terakhir ada peningkatan permintaan. Senin depan akan ada kiriman lagi. Harga di pangkalan Rp18 ribu,” jelasnya.

DPRD Temukan Dugaan Masalah Distribusi

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Tuban telah menggelar rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga guna membahas kelangkaan serta kenaikan harga LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah.
Dalam forum tersebut, Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, mengungkap adanya berbagai temuan di lapangan, mulai dari lonjakan harga hingga laporan warga yang tidak diperbolehkan membeli langsung di pangkalan.

Ia menegaskan bahwa distribusi LPG bersubsidi harus mengutamakan masyarakat. Sesuai ketentuan, sekitar 90 persen penyaluran diperuntukkan langsung bagi warga, sedangkan sisanya dapat disalurkan melalui pengecer.
DPRD pun mendorong pengawasan distribusi diperketat agar kelangkaan dan lonjakan harga tidak terus berulang di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang sangat bergantung pada pasokan energi murah untuk bertahan hidup.

Berita Terkait

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”
AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal
Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting
Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem
Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot
Proyek Taman (RTH) Rp58 Miliar Disorot DPRD Tuban, Jalan Rawan Kecelakaan Dinilai Lebih Mendesak
840 Tabung LPG Menuju Pati: Ada Dugaan Jaringan Besar di Balik Kasus Tuban?
Kinerja Moncer, Polres Tuban Raih Penghargaan Penanganan Perkara dan Ops Pekat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”

Jumat, 10 April 2026 - 19:50 WIB

AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal

Jumat, 10 April 2026 - 18:03 WIB

Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting

Kamis, 9 April 2026 - 19:43 WIB

Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem

Kamis, 9 April 2026 - 19:29 WIB

Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id