keluarga di Kediri Coba Bunuh Diri Akibat Jeratan Utang Pinjol, 1 Anak Meninggal Dunia

- Reporter

Minggu, 15 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengungkap kasus keluarga yang mencobah untuk bunuh diri akibat terlilit hutang pinjol,(Ist)

Polisi mengungkap kasus keluarga yang mencobah untuk bunuh diri akibat terlilit hutang pinjol,(Ist)

KEDIRI, JATIM Sebuah keluarga di Kediri nekat mencoba mengakhiri hidup bersama akibat tekanan utang Pinjaman Online. Dari empat anggota keluarga, tiga di antaranya berhasil selamat, yakni ayah, ibu, dan anak sulung. Namun, tragisnya, anak bungsu yang masih balita meninggal dunia.

Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami depresi dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Fakta-Fakta Kasus Sekeluarga di Kediri Coba Bunuh Diri

1. Motif Bunuh Diri: Terlilit Utang Pinjaman online

Polisi mengungkap bahwa aksi ini dilatarbelakangi oleh tekanan utang Pinjaman Online yang dialami si ibu, M. Dia merasa stres akibat tagihan yang terus-menerus ditagih dengan berbagai cara, termasuk telepon dari nomor tidak dikenal.

“Motifnya karena si M merasa tertekan. Dia sering mendapat telepon dari pihak Aplikasi hingga akhirnya kebingungan dan menceritakan masalah ini kepada suaminya, D,” jelas Fauzy, Sabtu (14/12/2024).

Baca juga: Satu Keluarga Tergeletak di Kediri, Anak 2 Tahun Tewas, Polisi Seludiki Penyebabbnya

2. Aplikasi Dihapus, Tapi Teror Tetap Berlanjut

M sempat menghapus aplikasi pinjaman online tersebut, namun tetap mendapat ancaman dan tuntutan pengembalian utang melalui telepon dari nomor tidak dikenal.

“Meski akun sudah dihapus, mereka tetap ditagih melalui telepon. Karena tidak ada kerabat yang dapat membantu, akhirnya mereka memutuskan untuk minum racun bersama,” kata Fauzy.

3. Racun Tikus Dicampur Susu untuk Bunuh Diri

M membeli racun tikus jenis timex yang biasa digunakan di area persawahan. Racun tersebut dicampur dengan susu, lalu diminum bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Tragedi Keluaga di Kediri Yang Tak Sadarkan Diri Mulai Setabil, Anak Bungsu Meninggal

“Racun tikus itu dicampur susu, kemudian diminum bersama,” ungkap Fauzy.

4. Kondisi Ayah, Ibu, dan Anak Sulung Mulai Membaik

Ayah, ibu, dan anak sulung yang berusia 8 tahun, MDNP, selamat dari percobaan bunuh diri ini. Mereka mendapatkan perawatan intensif di RS SLG Kediri. Saat ini, kondisi anak sulung sudah membaik dan diperbolehkan pulang untuk dirawat oleh kerabat.

5. Tidak Ada Dukungan Kerabat Memperparah Tekanan

Diduga, kurangnya dukungan dari kerabat membuat keluarga ini semakin tertekan. Ketika upaya mencari bantuan gagal, M memutuskan untuk membeli racun tikus sebagai jalan terakhir.

Pesan dan Imbauan

Kasus ini menjadi pengingat akan dampak buruk jeratan utang Pinjaman Online, terutama yang melibatkan intimidasi. Penting bagi masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional atau berbicara dengan pihak terpercaya jika merasa tertekan.

Jika Anda atau keluarga mengalami kesulitan serupa, jangan ragu untuk mencari pertolongan. Ada banyak pihak yang siap membantu, seperti layanan konseling, psikolog, dan psikiater.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee