Kediri – Kisah seorang lansia sebatangkara di rumah kumuh dan nyaris roboh viral di media sosial. Sosok pria bernama Rochman (60), warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini sungguh menyayat hati.
Tidak hanya nyaris roboh, rumah yang ditempati oleh pria lanjut usia ini juga tidak memiliki kamar mandi juga toilet. Bahkan untuk sekedar buang hajat, lelaki yang tinggal di lingkungan RT 16, RW 04 tersebut harus beranjak ke sungai.
Kepada sejumlah media yang datang ke tempat tinggalnya, lelaki lansia itu mengaku jika tempat tinggalnya telah dihuni selama kurang lebih 50 tahun bersama keluarganya. Namun, sang istri tercinta telah tiada sejak 4 tahun silam.
“Istri sudah meninggal dan ke tiga anaknya sudah dewasa dan tinggal di tempat lain,” ungkap Rochman, Jumat (8/11).
Lansia yang akrab disapa mbah Rochman itu menjelaskan, bahwa dirumahnya tidak memiliki sumur maupun toilet. Bahkan untuk mencuci, mandi dan buang air, ia harus berjalan ke sungai.
“Kalau mau mandi dan lain-lain ya ke sungai. Rumahnya sudah banyak yang roboh dan belum bisa membenahi, karena gak punya uang,” terangnya.
Tidak sampai disitu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia sering menggantungkan pemberian dari anak-anaknya. Tak jarang dirinya harus membakar umbi yang diambilnya dari belakang rumah untuk sekedar mengganjal perut.
“Kalau tidak ada kiriman dari anak, ya masak nasi sendiri. Kadang juga bakar umbi-umbian dari halaman belakang rumah,” ungkap Mbah Rochman.
Selain mengandalkan kiriman dari ke tiga anaknya, untuk mencukupi kebutuhan hidup, Rochman juga mengerjakan sawah milik orang lain yang tidak menentu penghasilannya.
“Setiap hari juga ke sawah, bantu-bantu sebagai buruh tani. Kalau tidak begitu ya badan malah sakit semua,” kilahnya menutupi kesedihannya.
Kendati rumah yang dimilikinya hamper roboh secara keseluruhan, Rochman juga mengaku tidak tersentuh program kesejahteraan dari pemerintah. Bahkan dirinya tidak terdaftar sebagau keluarga miskin di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Selama ini ya tidak ada bantuan dari pemerintah. Sempat berharap, tapi saya orangnya pemalu, jadi nggak lapor kesana kemari,” keluhnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya, membenarkan bahwa lansia tersebut asli warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Ia pun membenarkan bahwa lansia itu tidak masuk dalam data DTKS.
“Informasinya dari RT dan kelurahan yang bersangkutan tidak mau atau menolak bantuan,” pungkasnya.
Editor : Agus Santoso












