Kolam Renang Bektiharjo, Wisata Bersejarah yang Kehilangan Pesonanya

- Reporter

Rabu, 22 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Suasana di area wisata kolam renang Bektiharjo terlihat sepi pengunjung, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Bagi warga Tuban, Kolam Renang Bektiharjo bukan sekadar tempat rekreasi. Lokasi ini memiliki sejarah panjang, konon sudah ada sejak abad ke-13 dan menjadi tempat pemandian para bangsawan setempat. Namun, kejayaan masa lampau itu kini tinggal cerita.
Ketenangan airnya kini menyisakan sepi, bukan lagi riuh tawa wisatawan. Hanya sesekali terdengar percikan air dari pengunjung yang tersisa.
“Ramenya biasanya pas weekend, tapi itupun gak serame dulu,” kata Jatmiko, salah satu pengunjung yang mengaku sering berenang di sana.

Kondisi Tak Terawat dan Bahaya Mengintai

Kondisi fisik kolam pun tak lagi menggambarkan ikon wisata kebanggaan daerah. Dinding yang kusam, bangunan yang retak, dan yang paling mencolok—lubang besar menganga di sisi utara kolam utama. Lubang itu tampak dalam dan membahayakan pengunjung.
“Ini ada lubang besar dan dalam, kalau malam gak kelihatan,” ucap Jatmiko.
Burhan, pengunjung lain, menambahkan, “Padahal dulu sempat jadi primadona kolam renang di Tuban, ini kalau dibiarkan tak terawat kan sayang.”

Pemerintah Akui Ada Kerusakan Saluran

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Mohammad Emawan Putra, membenarkan adanya kerusakan di area kolam. Menurutnya, lubang terbentuk akibat dinding saluran pembuangan air kolam kecil yang terkikis, hingga akhirnya runtuh.
“Kami akan lakukan pengecekan terlebih dahulu. Sementara kami pasang pembatas supaya tidak ada yang melintas,” jelasnya.

Tersandung Status Lahan

Masalah lain yang ikut membelit perawatan Kolam Bektiharjo adalah status kepemilikan lahan. Meski sudah lama dikelola pemerintah, sebagian area wisata tersebut disebut masih berada di bawah administrasi desa setempat.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memastikan kepemilikan aset.
“Dulu kita sudah konsen untuk membangun sarana olahraga air, dan yang paling utama di Bektiharjo. Namun kami saat ini masih melakukan komunikasi dengan pihak desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga bagian dari persiapan Tuban menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) mendatang.
“Kita utamakan di Bektiharjo, namun jika memang tidak bisa, mungkin juga bisa di Pantai Boom nanti yang menjadi sentra olahraga air,” katanya.

Dampak Ekonomi Bagi Warga

Menurunnya jumlah pengunjung ke Kolam Renang Bektiharjo tak hanya berdampak pada sisi wisata, tetapi juga menggerus ekonomi warga sekitar. Dulu, di sepanjang jalan menuju lokasi wisata, berjejer pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan jajanan tradisional, minuman, hingga cendera mata khas Tuban.
Namun kini, suasananya berbeda. Banyak lapak yang tutup permanen, sebagian lainnya hanya buka saat akhir pekan.
“Dulu ramai sekali, terutama saat libur sekolah. Sekarang paling cuma beberapa orang yang lewat,” ungkap Siti, salah satu pedagang es degan di sekitar area wisata.
Lesunya aktivitas ekonomi di Bektiharjo turut mengurangi pemasukan daerah dari retribusi wisata maupun parkir. Sektor yang dulu menjadi sumber penghasilan bagi warga kini nyaris berhenti berdenyut.
“Kalau pengunjung sepi, otomatis pendapatan juga berkurang. Sekarang ya seadanya saja,” tambah Siti dengan nada pasrah. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek
Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian
Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi
Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan
Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan
Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:31 WIB

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:13 WIB

Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version