KPU Tuban Evaluasi Pilkada 2024: Partisipasi Pemilih Turun, Apa Penyebabnya?

- Reporter

Selasa, 4 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmasy) KPU Tuban, Gunawan Wihandono(Foto: Assayid Annazili/Liputansatu.id).

KPU Tuban Gelar Evaluasi Pilkada 2024

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan evaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 bersama media, acara ini bertujuan untuk meninjau berbagai aspek penyelenggaraan pilkada, termasuk tingkat partisipasi masyarakat (Parmasy) dalam pemilihan (04/02/25).

Partisipasi Pemilih Menurun, Ini Evaluasi KPU

Dalam kesempatan tersebut, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmasy) KPU Tuban, Gunawan Wihandono, mengungkapkan adanya penurunan angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024. Dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya yang mencapai 74,2%, angka partisipasi kali ini turun 4,84% menjadi 69,36%.

“Kami tentu melakukan evaluasi mendalam terhadap penurunan ini, termasuk faktor-faktor penyebab dan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi pemilih di masa mendatang,” ujar Gunawan Wihandono.

Peran Media dalam Meningkatkan Kesadaran Pemilih

Dalam evaluasi ini, KPU Kabupaten Tuban juga menggandeng media sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi kepemiluan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan hak pilih. Diharapkan, sinergi antara KPU dan media dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka partisipasi dalam pemilu mendatang.

Baca juga: Rekapitulasi Pilkada Tuban Berjalan Lancar, Tinggal Menunggu Penetapan

Acara ini juga menjadi wadah diskusi bagi berbagai pihak untuk menyampaikan masukan dan rekomendasi guna penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa depan. KPU Tuban berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pendekatan yang lebih efektif agar partisipasi pemilih dapat meningkat secara signifikan.(Az/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version