Situbondo – Warga Dusun Gelung Barat, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah jembatan setempat, Minggu (01/02/2025) pagi. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.
Jenazah ditemukan dalam posisi tergeletak di aliran sungai tepat di bawah jembatan yang kerap dilintasi warga. Kondisi korban saat ditemukan masih relatif utuh dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Identitas Korban Diketahui Warga Panarukan
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban diketahui bernama Hariyanto (64), seorang petani yang berdomisili di Dusun Pathek Barat, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan.
“Identitas korban berhasil diketahui berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga. Korban merupakan warga Panarukan dan sehari-hari bekerja sebagai petani,” jelas AKP Gede saat dikonfirmasi.
Kronologi Penemuan Bermula dari Laporan Pemancing
Berdasarkan keterangan kepolisian, penemuan jenazah bermula ketika seorang pemancing melihat adanya tubuh manusia di bawah jembatan sekitar pukul 07.40 WIB. Menyadari temuannya, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Gelung Barat.
Informasi itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polairud Polres Situbondo bersama aparat desa segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil Pemeriksaan Awal: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Menurut AKP Gede, kondisi jenazah masih tergolong segar saat pertama kali ditemukan.
“Tidak ditemukan indikasi penganiayaan atau tindak kekerasan. Luka yang ada hanya berupa luka gores di bagian dahi, diduga akibat benturan dengan tiram yang menempel di sekitar aliran sungai,” terangnya.
Pihak kepolisian juga memastikan tidak ditemukan barang-barang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Proses Evakuasi Melibatkan Warga dan Perangkat Desa
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas kepolisian bersama perangkat desa dan warga setempat melakukan evakuasi jenazah dari aliran sungai ke tepi jalan raya Desa Gelung. Proses evakuasi berlangsung lancar dengan pengamanan dari aparat kepolisian.
Evakuasi dilakukan guna memudahkan proses identifikasi serta memastikan kondisi jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga Tolak Visum dan Autopsi
Namun demikian, pihak keluarga korban menolak jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum maupun autopsi. Keluarga meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Berdasarkan keterangan anak korban, semasa hidup korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi,” ungkap AKP Gede.
Penolakan tersebut disertai dengan surat pernyataan dari pihak keluarga yang menyatakan tidak keberatan atas kondisi korban.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Tindak Pidana
Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan awal, keterangan saksi, serta pernyataan keluarga, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak mengandung unsur tindak pidana.
“Tidak ditemukan indikasi kriminal. Penanganan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga,” tegas AKP Gede.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait kejadian tersebut dan tetap menyerahkan penilaian kepada aparat berwenang. (Fia)
Editor : Kief