TUBAN – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Pertamina EP Field Cepu menggelar audensi atau sosialisasi dengan warga Desa Banyuurip dan Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Selasa (15/4/2025) sore.
Sosialisasi ini bertujuan untuk membahas rencana kegiatan pekerjaan PT PDSI di Sumur Minyak Kawengan (KWG) PXA-01 dan tindak lanjut paska adanya penghadangan alat berat milik perusahaan oleh warga saat Moving Rig atau memindahkan peralatan pengeboran di wilayah setempat.
Menurut Humas PDSI, Aris, perusahaan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan warga sekitar.
“Kami perusahan akan terus berkomitmen untuk komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan wilayah kerja kami,” kata Aris.
Aris juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat aktivitas perusahaan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi berbagai bentuk tindakan yang bertujuan menghambat aktivitas perusahaan yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Tetapi ada miss komunikasi dilapangan. Kami juga berharap semua pihak dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan demi kepentingan bersama,” kata Aris.
Sementara itu, Humas PT Pertamina EP Field Cepu zona 11, Sony Aditya, menambahkan bahwa pertemuan ini dapat memberikan edukasi langsung dengan melibatkan warga sekitar perusahaan.
“Harapan kami sosialisasi dan informasi ini bisa terdistribusikan kepada warga yang berada di wilayah kerja migas,” kata Sony.
Hasil audensi menunjukkan bahwa ada tiga kesepakatan yang disepakati bersama, yaitu:
- Keterlibatan warga desa sebagai tenaga kerja lokal selama kegiatan proyek pengembangan pengeboran sumur tua KWG PXA-01.
- Perusahaan memberikan bantuan dukungan bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh warga di wilayah terdampak.
- Jalinan kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan kedua desa Banyuurip-Wonosari akan dilakukan oleh perusahaan.
Sementara itu, perwakilan karang taruna Desa Wonosari, Paulus, menyambut baik hasil audensi ini dan berharap agar kegiatan operasional PDSI dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, ada tiga poin penting yang disepakati bersama perwakilan manajemen perusahaan PDSI dan Pertamina Field Cepu,” kata Paulus.
Senada dengan Paulus, Ketua Kartar Desa Banyuurip, Candra, juga mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh DPSI dan Pertamina EP Cepu.
“Kalau ada komunikasi diawal tentu warga welcome dari mulai moving alat berat hingga pekerjaan proyek pengeboran selesai bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor : Mukhyidin Kifdhi