Ngawi: Nyaris Dihakimi Massa, Dua Pria Asal Madiun Gagal Curi Motor Petani

- Reporter

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pelaku pencurian motor di Ngawi diamankan polisi(Ist).

Dua pelaku pencurian motor di Ngawi diamankan polisi(Ist).

NGAWI, JATIM – Dua pria asal Madiun nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah kepergok hendak mencuri sepeda motor milik petani di Desa Dinden, Kwadungan, Ngawi, pada Sabtu (25/1/2025). Kedua tersangka, JP (41) asal Madiun dan DP (40) asal Ngawi, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Joshua Peter Krisnawan, menegaskan bahwa penyelidikan fokus pada kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.

“Kami fokus pada kasus curanmor. Fakta lain di luar materi pemeriksaan,” kata Joshua kepada awak media, Kamis (30/1/2025).

Pencurian di Ngawi Digagalkan Warga

Menurut Joshua, kedua pelaku berusaha mencuri motor Honda BeAT bernopol AE 2371 KU milik Bambang (40), warga setempat. Namun, aksi mereka terhenti setelah dipergoki oleh tetangga korban yang tengah berada di sawah.

“Pelaku gagal membawa kabur motor karena aksi mereka diketahui warga,” jelas Joshua.

Sudah Enam Kali Beraksi di Madiun Raya

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa JP dan DP telah enam kali melakukan pencurian motor di wilayah Madiun Raya. JP berperan sebagai eksekutor sekaligus otak pencurian, sementara DP bertugas sebagai penunjuk jalan dan menentukan lokasi target.

“Masing-masing punya peran dalam melancarkan aksinya,” tambahnya.

Baca juga: Pelaku Pencurian Motor Dengan Santai Melintas di Tuban Usai Beraksi di Dua Lokasi

Kendaraan hasil curian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bersenang-senang. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(Pur/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB