Penanganan Banjir Kali Avur: Normalisasi Sungai Hingga Proyek Jabung Ring Dyke yang Tak Kunjung Usai

- Reporter

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadjie sebut alih fungsi lahan penyebab banjir,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadjie sebut alih fungsi lahan penyebab banjir,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Keluhan masyarakat terhadap banjir tahunan akibat luapan Kali Avur Kuwu di Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kembali mencuat dalam forum terbuka bersama anggota DPR RI dari Komisi IV dan V, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS). Warga menyampaikan langsung keresahan mereka atas penanganan sungai yang dinilai setengah-setengah.

Warga Keluhkan Sungai yang Semakin Menyempit

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Klotok, Ridwan, menyampaikan bahwa penyempitan alur sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir. Menurutnya, lebar asli Kali Avur seharusnya 24 meter, namun saat ini di beberapa titik hanya tersisa 9 hingga 5 meter.
“Harusnya jika dilakukan normalisasi, ya dikembalikan bentuk sungainya seperti semula,” ujar Ridwan.
Ridwan menambahkan, tindakan yang selama ini dilakukan pemerintah hanya sebatas pembersihan sedimentasi dan eceng gondok, yang menurutnya dapat dilakukan mandiri oleh kelompok petani.
“Kalau hanya tukrik-tukrik (mengambil eceng gondok dan sedimen), kami sendiri juga bisa. Pemerintah baru turun tangan setelah kami protes, itupun belum menyeluruh,” keluhnya.

Ketua HIPPA Plumpang, Nur Aksan, menyoroti bahwa persoalan Kali Avur tidak akan selesai jika tidak ditangani secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Alih fungsi lahan di wilayah hulu menyebabkan daerah gundul, tanah terbawa arus dan akhirnya meningkatkan sedimentasi sungai,” jelasnya.

BBWS: Sungai Menyempit karena Alifungsi Lahan

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadjie, mengakui adanya penyempitan sungai, yang menurutnya disebabkan oleh aktivitas petani yang menggunakan badan sungai sebagai lahan pertanian.
“Seharusnya itu tidak diperbolehkan. Sungai bukan untuk digarap jadi sawah,” tegas Gatut.
Ia juga menyoroti bahwa alih fungsi lahan di wilayah hulu—termasuk menjadi tambang dan area persawahan—menambah beban sedimentasi sungai.

Proyek Jabung Ring Dyke Terkendala Ganti Rugi

Dalam forum tersebut, Gatut juga memaparkan perkembangan proyek Jabung Ring Dyke yang berfungsi sebagai pengendali banjir. Ia menyebut masih ada 57 nama yang belum menerima ganti rugi, dengan estimasi dana antara Rp15 hingga Rp20 miliar.
“Kami juga masih menyelesaikan tanggul, ada sekitar 2 kilometer lagi. Total kebutuhan dananya mencapai Rp200 miliar,” ungkapnya.
Target Normalisasi 9 Km pada Akhir Agustus
Saat ini, BBWS Bengawan Solo telah menyelesaikan 3 kilometer pekerjaan normalisasi Kali Avur. Ditargetkan hingga akhir Agustus 2025, proyek ini bisa mencapai total 9 kilometer.

Kolaborasi Penanganan Hulu dengan Pemkab dan KLHK

Menanggapi keluhan warga soal kerusakan hulu sungai, Gatut menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Pemerintah Kabupaten Tuban, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kehutanan untuk menangani permasalahan tersebut.
“Tadi Pemkab juga menyampaikan akan melakukan reboisasi di wilayah hulu untuk mengurangi limpasan air dan erosi,” pungkasnya.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee