Tuban – Persatu Tuban membuka perjalanan mereka di ajang Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur dengan hasil gemilang. Bermain di hadapan publik sendiri pada laga perdana Grup C di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Minggu (07/12/2025), Laskar Ronggolawe sukses menaklukkan Bojonegoro FC dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini bukan hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Persatu siap bersaing serius dalam perebutan posisi teratas grup.
Start Cepat Persatu: Dua Gol dalam 12 Menit
Sejak menit pertama, tim besutan Khoirul Anam langsung mengambil alih inisiatif permainan. Tekanan tinggi dan tempo agresif yang diterapkan membuat barisan belakang Bojonegoro FC tak mampu keluar dari tekanan.
Hasilnya muncul cepat.
Pada menit ke-4, Iryanto Wandik (7) membuka keran gol Persatu setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Sontekannya dari jarak dekat tak mampu dibendung kiper Bojonegoro FC, mengubah skor menjadi 1-0.
Tak berhenti di situ, delapan menit kemudian Wandik kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari sebuah umpan matang, winger lincah itu melepaskan tembakan keras ke tiang jauh yang tak terjangkau penjaga gawang.
Persatu unggul 2-0 hanya dalam 12 menit, membuat Stadion TSC bergemuruh.
Kartu Merah di Penghujung Babak Pertama
Tertinggal dua gol membuat permainan Bojonegoro FC semakin tidak stabil. Pada menit ke-41, situasi mereka makin sulit ketika M. Afandi Yusuf (16) harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah akibat sikutan ke dada pemain Persatu.
Dengan 10 pemain tersisa, Bojonegoro FC hanya bisa bertahan sembari berharap tidak kebobolan lebih banyak.
Persatu Mendominasi, tetapi Tumpul di Babak Kedua
Meski unggul jumlah pemain dan menguasai pertandingan hampir sepanjang babak kedua, Persatu Tuban gagal menambah gol. Sejumlah peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Tendangan melenceng, umpan yang kurang akurat, hingga keputusan tergesa-gesa membuat skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih, terutama karena Persatu berpotensi menang lebih besar.
Komentar Pelatih: Menang, Tapi Belum Memuaskan
Pelatih Kepala Persatu Tuban, Khoirul Anam, mengapresiasi kemenangan anak asuhnya, tetapi tak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang terlihat sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah kita diberi kemenangan dengan tiga poin. Namun secara pribadi saya belum puas. Lawan mendapat satu kartu merah, tetapi anak-anak belum bisa menambah gol. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Anam.
Ia menegaskan evaluasi akan dilakukan menyeluruh di semua lini—mulai dari pertahanan, transisi, hingga eksekusi di lini depan.
Terkait mandeknya produktivitas gol di babak kedua, Anam menyebut faktor psikologis dan ketidaksabaran pemain muda sebagai salah satu penyebabnya.
“Ketika unggul jumlah pemain, anak-anak justru tidak bisa berkembang. Mereka terburu-buru ingin mencetak gol, kurang tenang dan kurang sabar. Banyak keputusan yang tidak efektif sehingga peluang gagal menjadi gol. Penyelesaian akhir kami masih kurang tajam,” tegasnya.
Modal Bagus untuk Laga Selanjutnya
Meski ada sejumlah kekurangan, kemenangan 2-0 ini menjadi modal awal yang solid bagi Persatu Tuban dalam persaingan Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jatim. Dengan tiga poin pertama di tangan, Persatu memiliki posisi strategis untuk menatap pertandingan berikutnya dengan lebih percaya diri.
Tantangan selanjutnya tentu tak ringan, namun laga perdana ini membuktikan bahwa Persatu memiliki kualitas untuk melangkah jauh—dengan catatan perbaikan efektivitas di depan gawang segera dilakukan. (Aj)
Editor : Kief












