Tuban – Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan terkendali pasca insiden kandasnya kapal tanker di perairan Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, pada Rabu (21/01/2026) sekitar pukul 19.20 WIB.
Pada saat kejadian, kapal tanker tersebut berada dalam kondisi tanpa muatan, sehingga dipastikan tidak menimbulkan gangguan terhadap pasokan BBM kepada masyarakat.
Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Kapal Kandas
Insiden kandasnya kapal terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem dengan kecepatan angin mencapai 30–35 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5–2 meter. Kondisi tersebut menyebabkan kapal mengalami pergeseran posisi labuh hingga akhirnya kandas di perairan Pantai Panduri.
Sejak awal kejadian, pihak terkait langsung melakukan penanganan cepat, aman, dan terkoordinasi, disertai komunikasi intensif dengan awak kapal serta instansi berwenang.
Pertamina Siapkan Langkah Antisipatif Evakuasi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk mendukung proses evakuasi kapal.
“Seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan,” ujar Ahad Rahedi, Kamis (22/1/2026).
Pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan pelayaran, guna mencegah risiko lanjutan di laut.
Kapal Pengganti Disiapkan Jaga Distribusi BBM
Sebagai upaya menjaga keandalan pasokan BBM, khususnya ke wilayah kepulauan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan kapal pengganti guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.
Saat ini, kapal pengganti tersebut masih dalam proses penjadwalan pengiriman ke wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tetap optimal tanpa gangguan.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Pihak Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terdapat indikasi pencemaran di sekitar perairan Pantai Panduri.
Pertamina Patra Niaga bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif, serta akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala sesuai dengan hasil di lapangan. (Az)
Editor : Kief