Petani di Tuban Merugi, 35 Hektare Lahan Cabai dan Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir

- Reporter

Selasa, 20 Mei 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Ratusan hektare lahan pertanian di Tuban terendam banjir, mulai dari sawah hingga landang cabai,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Banjir Meluas, Lahan Pertanian Jadi Korban

TUBAN – Hujan deras yang belum menunjukkan penurunan intensitas kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban. Akibatnya, tidak hanya permukiman warga yang terdampak, tetapi juga ratusan hektare lahan pertanian ikut tergenang air.
Di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, para petani mengeluhkan kondisi tersebut. Salah satunya Yasman, petani cabai yang mengaku mengalami kerugian besar akibat tanaman cabainya membusuk terendam air.

Cabai Membusuk, Tengkulak Tolak Panen Dini

“Mau saya petik sebelum panen, tapi ditolak tengkulak karena kualitasnya sudah menurun. Saya rugi Rp40 juta dari 7.000 bibit yang saya tanam,” ujar Yasman pada Sabtu (17/5/2025).

Kerugian serupa juga dirasakan oleh para petani lainnya. Ketua Gapoktan Margo Makmur, Bambang Dwi Susanto, menyebutkan bahwa setidaknya 35 hektare lahan cabai dan ratusan hektare sawah turut terendam banjir.

Ancaman Ketahanan Pangan

“Kerugian ini bukan hanya dirasakan oleh petani cabai, tapi juga mengancam ketahanan pangan di wilayah Kanorejo. Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah, karena banjir Bengawan Solo bukan kali ini saja terjadi,” ucap Bambang.

Petani Padi Juga Terancam Gagal Panen

Keluhan juga datang dari petani padi. Tris, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, menyampaikan bahwa sawahnya yang dua minggu lagi siap panen kini terendam air. Ia khawatir mengalami kerugian besar karena tingginya biaya perawatan.

“Kami petani tidak terlindungi dari bencana, juga dari hama. Apa solusi dari pemerintah?” keluhnya pada Selasa (20/5/2025).

Respons Pemerintah: Pendataan dan Bantuan Benih

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, saat dikonfirmasi Liputansatu.id melalui WhatsApp (20/5/2025), menyatakan bahwa bencana ini sedang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Selain itu, tim dari DKP2P juga tengah melakukan pendataan untuk dilaporkan ke pimpinan daerah, provinsi, dan kementerian.

“Untuk petani yang gagal panen, akan kami usulkan bantuan benih, khususnya untuk tanaman padi,” jelasnya.

Namun saat ditanya mengenai keluhan petani terkait biaya perawatan dan pupuk, Eko menjawab bahwa harga pupuk sudah ditetapkan berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan tidak ada perubahan harga saat ini.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version