Banjir Meluas, Lahan Pertanian Jadi Korban
TUBAN – Hujan deras yang belum menunjukkan penurunan intensitas kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban. Akibatnya, tidak hanya permukiman warga yang terdampak, tetapi juga ratusan hektare lahan pertanian ikut tergenang air.
Di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, para petani mengeluhkan kondisi tersebut. Salah satunya Yasman, petani cabai yang mengaku mengalami kerugian besar akibat tanaman cabainya membusuk terendam air.
Cabai Membusuk, Tengkulak Tolak Panen Dini
“Mau saya petik sebelum panen, tapi ditolak tengkulak karena kualitasnya sudah menurun. Saya rugi Rp40 juta dari 7.000 bibit yang saya tanam,” ujar Yasman pada Sabtu (17/5/2025).
Kerugian serupa juga dirasakan oleh para petani lainnya. Ketua Gapoktan Margo Makmur, Bambang Dwi Susanto, menyebutkan bahwa setidaknya 35 hektare lahan cabai dan ratusan hektare sawah turut terendam banjir.
Ancaman Ketahanan Pangan
“Kerugian ini bukan hanya dirasakan oleh petani cabai, tapi juga mengancam ketahanan pangan di wilayah Kanorejo. Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah, karena banjir Bengawan Solo bukan kali ini saja terjadi,” ucap Bambang.
Petani Padi Juga Terancam Gagal Panen
Keluhan juga datang dari petani padi. Tris, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, menyampaikan bahwa sawahnya yang dua minggu lagi siap panen kini terendam air. Ia khawatir mengalami kerugian besar karena tingginya biaya perawatan.
“Kami petani tidak terlindungi dari bencana, juga dari hama. Apa solusi dari pemerintah?” keluhnya pada Selasa (20/5/2025).
Respons Pemerintah: Pendataan dan Bantuan Benih
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, saat dikonfirmasi Liputansatu.id melalui WhatsApp (20/5/2025), menyatakan bahwa bencana ini sedang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Selain itu, tim dari DKP2P juga tengah melakukan pendataan untuk dilaporkan ke pimpinan daerah, provinsi, dan kementerian.
“Untuk petani yang gagal panen, akan kami usulkan bantuan benih, khususnya untuk tanaman padi,” jelasnya.
Namun saat ditanya mengenai keluhan petani terkait biaya perawatan dan pupuk, Eko menjawab bahwa harga pupuk sudah ditetapkan berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan tidak ada perubahan harga saat ini.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi